|

Massa Aksi Menduga Kejari ‘Main Mata’

Aksi yang berlangsung di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Halut. 
HALUT, BRN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kedatangan tamu demonstran. Kedatangan massa aksi ini mendesak Kejari segera menetapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Halut, Rafli Kamaludin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Panitia Pengawas (Panwas) tahun 2015 senilai Rp 3.4 miliar.

Tak hanya Rafli, satu nama komisioner lain yakni, Ahmad Idris pun di desak serupa. Selain kedua komisioner itu, mantan ketua Panwas Halut, Muksin Boga mengalami nasib yang sama.

Koordinator aksi, Sumito Tengkuali menegaskan, penyidik Kejari harus segera menetapkan ke tiga nama tersebut sebagai tersangka. Alasannya, uang senilai miliaran yang di peruntukkan Pemilu diduga kuat mengalir ke ‘kantong’ pribadi mereka.

“ Kasus ini sudah jelas, siapa lagi kalau bukan mereka. Saat mereka di komisioner Panwas, sejumlah uang itu tanpa ada kejelasan dimana arahnya,” ungkap Mito sapaan akrabnya.
Mito mengatakan, perkara yang melibatkan tiga nama penyelenggara pemilu itu sudah di tangani Kejari tiga tahun lalu. Sejumlah saksi pun sudah di periksa. Namun sampai sekarang penanganan perkara yang di tangani Kejari seakan ‘mati’ suri. Bahkan Kejari terkesan ‘takut’  menetapkan tersangka. Padahal, kasus yang ditangani ini sudah berjalan tiga tahun. 

“ Aneh memang. Rentang waktu tiga tahun, tidak ada tersangkanya. Padahal saksi-saksi sudah diperiksa, ada apa ini ?,” ucapnya.

Ia menduga penanganan perkara ini disinyalir  penyidik kejari ‘main mata’ . Karena, bukan tidak mungkin waktu penanganan selama tiga tahun bukanlah waktu yang singkat.

Selang beberapa jam aksi, perwakilan Kejari yang dipimpin Kasi Intel Kejari, Erwin menemui pendemo melakukan hearing. Kesempatan hearing ini  Kasi Intel Kejari mengaku belum ada nama yang ditetapkan tersangka. Karena Kejari belum memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan ke tiga penyelenggara pemilu itu sebagai tersangka.

 “ Memang iya, saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Bila teman-teman punya data, bantu diberikan ke kami guna melangkapi kebutuhan pemetaan tersangka,” ujar Erwin. (Hlt)
Komentar

Berita Terkini