|

Lempar Barito di Kantor Bupati



MOROTAI, BRN - Ulah Bupati Pulau Morotai, Benny Laos belakangan ini menjadi isu hangat di perbincangkan khususnya di Morotai. Kebijakan sepihak ini mulai mengundang sorotan publik. Termasuk para pedangan bawang, rica, dan tomat (Barito) di pasar tradisional Gotalamo Morotai.

Amatan media ini beberapa pekan terakhir, para pedagang barito ini mulai kesal dengan gaya kepemimpinan Benny Laos. Bahkan amarah mereka semakin meluap. Mereka memilih melakukan aksi unjuk rasa merupakan jalan keluar (solusi) serta sebagai melepas bentuk kekecawaan. Massa aksi yang bergabung bersama Organda ini mendatangani kantor bupati untuk unjuk rasa.

Tak hanya demonstrasi, ibu-ibu pasar ini turut membawa dagangan mereka dan melempar ke halaman kantor bupati. Aksi ini dipicu lantara beberapa bulan terakhir aktifitas pasar berjalan tidak seperti pada umumnya. Bahkan aktifitas transaksi jual-beli pun nyaris lumpuh serta membuat pendapatan mereka turun drastis.

“ Karena torang kekecawa. Bukannya cari solusi, tapi bikin torang punya jualan busuk sia-sia. Daripada busuk, torang lempar saja di kantor bupati,” ucap massa aksi.

Menurut mereka, aksi lempar sayur-mayur serta bahan pokok barito ini sebagai jalan keluar akibat dari dagangan mereka tak lagi laris. Tak hanya berorasi, ibu-ibu ini juga meminta melakukan diskusi (hearing) dengan Pemkab. Permintaan mereka dikabulkan Sekretaris Daerah (Sekda) Morotai, Muhammad M. Kharie. Sayangnya, kesempatan tatap muka di aula kantor Bupati ini tak dimanfaatkan dengan baik oleh Sekda. Sekda memilih ‘diam’  daripada mengeluarkan sepakata kata atau menanggapi keluhan ibu-ibu itu.

“ Torang datang disini mau tanya, tapi kenapa pemerintah hanya badiam saja,” heran salah satu ibu pedagang.

Di ketahui, kebijakan Pemkab Morotai terkesan sepihak ini menimbulkan kesanjangan ekonomi semakin mengkhawatirkan. Terciptanya ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi daerah  bahkan mencapai taraf mengkhawatirkan ini bukan tidak mungkin menimbulkan segelintir orang kaya di Morotai tak lepas dari lemahnya pemerintah dalam memberantas kapitalisme kroni. Dengan demikian, segelintir konglomerat ini semakin leluasa bergerak semau mereka. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini