|

Ketua Bawaslu Malut Sebut Pernyataan Muammil Sunan Tidak Benar


 
Ketua Bawslu Provinsi Maluku Utara, Muksin Amrin 

TERNATE,BRN – Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Muksin Amrin menilai apa yang disampikan mantan Ketua Timsel Zona I, Muamil Sunan, itu tidak benar. Bahwa tidak benar saya mengakui keterlibatan sebagaimana telah disampikan Muamil kepada redaksi brindonews.com, pada Kamis, 20/9/2018).

Saya tidak pernah mengaku vidoe itu adalah saya pada sidang sidang Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik, Kamis (20/9) lalu. “ Perlu diketahui dalam persidangan tersebut saya atas nama Muksin Amrin selaku ketua Bawaslu tidak pernah mengaku bahwa video bersama wanita di tempat karaoke.

” Kiranya ini dapat diklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah mengakui video tersebut. Bahkan, pihak pengadu sendiri tidak dapat membuktikan keterlibatan saya dalam video tersebut.

Kata ketua Bawaslu Malut, bahwa dalam fakta sidang yang sebenarnya, saat ditanyakan oleh majelis pemeriksa terkait data video tersebut (tanggal, jam dan lokasi tempat pembuatan video tersebut) dan oleh siapa yang merekamnya, pengadu tidak dapat menjelaskan dan membuktikannya lalu menyerahkan pada Saksi yang pengadu hadirkan yakni Rafik Qailul, dimana oleh saksi pun tidak dapat menjelaskan hal itu namun menyatakan pada majelis bahwa saksi memperoleh dari postingan di media sosial.

Fakta lainnya, atas hal tersebut, majelis menyarankan kepada ketua Bawaslu untuk melaporkan para pengadu dan saksi ke pihak kepolisian karena telah mencemarkan nama baik saya atas video yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya itu.

Bahwa tidak benar saya mengakui keterlibatan sebagaimana pada paragraph pertama berita tersebut yang tertulis “Beredarnya video karaoke atau tindakan tidak bermoral (immoral) yang dilakukan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara, Muksin Amrin yang sempat polemik akhirnya diakui. Ini diketahui pada sidang Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik, Kamis (20/9) lalu”.

Lanjut dia, dalam pemberitaan yang menyebutkan bahwa isi video tersebut ada saat saya berkaraoke dengan wanita berinisial M alias M alias Marsya di room Los Angels di Hotel Grand Mercure Jakarta, adalah sebuah kebohongan yang disampaikan Timsel Zona 1. Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada pengakuan apalagi menyebutkan isi dari video tersebut. (tim/red)

Komentar

Berita Terkini