|

Julkifli: Kadisperindakop Jangan Hanya Gertak ‘Sambal’

Ketua Ampera Morotai, Julkifli
MOROTAI, BRN - Ancaman Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdaganganan dan Usaha Kecil Menengah (Perindakop dan UKM) Pemkab Pulau Morotai Suryati Suaib mecabut Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi agen minyak tanah (mitan) ‘nakal’ ditanggapi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) Pulau Morotai.

Ampera menilai ancaman Disperindakop dan UKM hanyalah gertak ‘sambal’. Kadis Perindakop dan UKM, Suryati Suaib tidak berani (takut)  mencabut SIUP agen mitan ‘nakal’ tersebut.

“ Kalau hanya bicara cabut izin, semua orang bisa bilang, tapi eksikusinya yang sulit. Berani tidak Kadisperindakop mencabut izin usaha agen mitan ‘nakal’ ini. Atau jangan-jangan Disperindakop hanya gertak sambal,” sindir Ketua Ampera Morotai, Julkifli, Jumat (14/9).

Julkifli bilang, para agen mitan yang dijual diluar harga supsidi tidak hanya di Desa Sangowo, Totoduku, Muhajirin dan Gotalamo. Tetapi masih banyak agen mitan di desa lain sering menjual harga minyak tanah (mitan) diluar harga subsidi. Ia menyakini Disperindakop turun dan mengecek langsung dilapangan dan menulusuri masih terdapat hampir semua agen menjual mitan diluar harga yang telah ditetapkan.

Pernyataan Kadisperindakop yang meminta masyarakat melaporkan bukti foto dan video terkait agen mitan ‘nakal’ justru membuatnya kesal. Menurutnya, pengawasan terhadap agen ‘nakal’ yang dilakukan masyarakat tidaklah efektif. Karena kinerja Kadisperindakop sebagai intansi berwenang terasa berkurang. “ Kan mereka (Kadis Perindakop dan stafnya) dibayar untuk mengawasi, bukan masyarakat yang di bayar. Kalau bagitu, lalu kerja mereka kerja apa ?,” tandasnya.

Untuk memberi efek jerah, kata dia, Disperindakop mestinya memperketat pengawasan terhadap agen mitan ‘nakal’. Bila perlu cabut SIUPnya.  “ Harus ditindak tegas. Sehingga ini menjadi pembelajaran bagi agen-agen lain,” ujarnya. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini