|

Dugaan SPPD Fiktif Yang Melibatkan Komisioner Bawaslu, Inspektorat Serahkan ke APH


Kepala Inspektorat Malut, Bambang Hermawan 
TERNATE, BRN - Dugaan penyalahgunaan Anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Badan Pengawasan Pemilu yang diuga fiktif kembali mendapatkan perhatian khusus dari Inspektorat Jenderal (Itjen). Hal itu dibuktikan dengan instruksi Itjen RI kepada Inspektur Malut untuk menyerahkan masalah tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Masalah tersebut sudah diserahkan kepada penegak hukum untuk segera di telusuri kebenarnya. Sebab sebelumnya, Komisioner Bawaslu takut di audit inspektorat Malut. " meski sudah tiga kali disurati akan tetapi selalau ditolak oleh ketua Bawslu Malut Muksin Amrin," kata kepala Inspektorat Malut, Bambang Hermawan kepada redaksi Brindonews.com via belum lama ini.

Bambang mengatakan, sikap Bawaslu menolak dilakukan audit penggunaan anggaran SPPD merupakan sebuah tindakan yang tidak terpuji. Kalau menolak untuk di audit ini bisa diduga benar adanya penyimpangan dilakukan, sebab tidak ada alasan kenapa Bawaslu harus menolak untuk di audit.

Kata dia, kalau orang menolak itukan artinya tidak mau mengikuti aturan. Jadi kita limpahkanlah ke proses hukum untuk dilakukan review untuk di cek ada tidaknya Bawaslu menolak pemeriksaan keuangan.  “ Bukan berarti menolak kemudian selesai. Kalau menolak selesai kok enak sekali,” sambungnya.

Dikatakan pada dasarnya secara kelembagaan Inspektorat berwenang melakukan audit setiap penggunaan anggaran termasuk indikasi SPPD Bawaslu. “ Karena dasar kami melakukan evaluasi dan monitoring, dan dasarnya Bawaslu apa sehingga menolak,” katanya.

Lanjutnya, apabila dalam pemeriksaan yang dilakukan APH baik Polda maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) terdapat indikasi menguntungkan diri sendiri yang dilakukan Bawaslu Malut, maka pemeriksaan atau audit terhadap penggunaan anggaran SPPd langsung ditangani APH. “Karena kami sebagai internal audit, mereka menolak. Sehingga itu, kalau saja pemeriksaan ditemukan indikasi, maka dilakukan pemeriksaan langsung oleh APH,” ujarnya (tim/red)
Komentar

Berita Terkini