|

DKPP Bongkar Video Karaoke Ketua Bawaslu


Muksin Amrin Akui Karaoke Bersama Marsya di Room Los Angels


TERNATE, BRN - Beredarnya video karaoke atau tindakan tidak bermoral (immoral) yang dilakukan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara, Muksin Amrin yang sempat polemik akhirnya diakui. Ini diketahui pada sidang Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik, Kamis (20/9) lalu.

Sidang dengan nomor perkara 213/DKPP-PKE-VII/2018 dengan Teradu Ketua dan Anggota Bawaslu Malut itu Muksin Amrin mengakui perbuatannya termasuk video karaoke bersama salah satu “ladies” berinsial M alias Marsya di room Los Angels di Hotel Grand Mercure Jakarta. Sedangkan saksi persidangan, DKPP menghadirkan mantan ketua Tim Seleksi (Timsel) Zona I Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Muammil Sunan dan Pengadu yakni Junaidi dan Fadli Tuanani.

Tak hanya soal video, sidang kurang lebih 4 jam ini Hakim DKPP, Prof. Teguh Prasetyo menanyakan mengenai chat/komentar Muksin Amrin dan salah satu pengurus Partai NasDem yakni Ruslan Kubais.  Lolosnya Amru Arfa pada seleksi Bawaslu kabupaten/kota zona I lalupun turut ditanya hakim.

Muammil Sunan (saksi)  mengatakan, kehadiran dirinya pada persidangan memberikan keterangan lolosnya Amru Arfa pada seleksi Bawaslu kabupaten/kota Zona I Tikep. “ Saya memberikan keterangan seputaran terkait lolosnya Amru Arfa,” kata Muammil saat di hubungi via telepon, Jumat (21/9) kemarin.

Tak hanya persoalan lolosnya Amru Arfa, dosen Ekonomi di Unkhair ini mengaku, sejumlah pelanggaran kode etik (PKE) dan tindakan immoral yang dilakukan Ketua Bawaslu Malut serta e-KTP ganda milik Ahmad Hidayat Mus (AHM) pada Pilkada lalu dan video karaoke turut ditanya.

“ Hakim juga tanya ke Ketua Bawaslu terkait e-KTP ganda AHM. Kalau mengenai video karaoke itu awalnya Ketua Bawaslu mengelak saat ditanya hakim, tetapi saat ditanya ulang semuanya diakui Ketua Bawaslu termasuk chat/komentar WhatsApp setingan aksi dengan salah satu pengurus partai NasDem, Ruslan Kubais,” urai Muammil.

“ Kalau dari keterangan Ketua Bawaslu, setingan demo/aksi itu pertama kali mendapat telepon dari Ruslan Kubais, katanya setingan aksi itu bentuk dukungan moril terhadap Bawaslu,” kata Muammil.

Sementara itu, pihak Pengadu, Junaidi mengatakan, berdasarkan hasil sidang DKKP, Muksin Amrin mengakui tindakan immoral yang dilakukan di Hotel Grand Marcure. Dengan begitu, Muksin Amrin melanggar kode etik nomor 2 Pasal 5 huruf (b) TAP MPR Nomor IV tahun 2001 tentang etika berbangsa. “ Selain Pasal 5 huruf (b) TAP MPR Nomor IV tahun 2001, Muksin Amrin juga melanggar Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017 tentang kode etik,” kata Juned sapaan akrabnya.  

Sejalan dengan itu, Muksin Amrin perlu menumbuhkembangkan budaya malu, yaitu malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai budaya bangsa.

“ Untuk itu, perlu ditumbuhkembangkan budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pimpinan baik formal maupun informal pada setiap lapisan masyarakat,” kata pengacara muda itu. (red)
Komentar

Berita Terkini