|

Pesta Ronggeng Renggut Kesucian Gadis di Bawah Umur

Ilustrasi Pencabulan
MOROTAI, BRN – Seorang siswi disalah satu sekolah ternama Kabupaten Pulau Morotai, sebut saja Bunga (nama semaran) menjadi korban pencabulan IS. Pria yang diketahui warga Desa Daruba Pantai (Darpan) dan sudah memiliki istri serta dua anak itu nekat mencabuli Bunga.  

Peristiwa pencabulan itu terjadi pada Minggu 28 Juli 2018 bulan lalu sekira pukul 22.30 WIT malam di Desa Juanga tepatnya lokasi ARMY DOC. Saat itu Bunga yang juga siswi kelas I SMP di Kabupaten Pulau Morotai ini
menonton acara pesta ronggeng di Desa Darpan.

Korban yang dampingi ibunya, Nuraisa Buamonabot kepada awak media mengakui anak gadisnya telah dicabuli pelaku saat menonton acara pesta ronggeng. “ Celana saya dibuka dan saya ditindis, setelah itu diantar pulang. Pelaku bilang jangan bilang-bilang ke siapa-siapa, cukup kita berdua saja yang tau,” kata korban dengan nada polos, Senin (13/8).

Korban mengatakan saat itu dia bersama temanya menonto acara pesta di desa Darpan. Selain jarak lokasi pesta dan rumah korban jauh, korban juga tidak memiliki kendaraan untuk pulang di rumahnya di desa Darame. Korban kemudian meminta bantuan temannya meminjam motor pelaku untuk mengantar dirinya pulang.

“ Karena tidak ada motor,  teman saya pinjam motor ke dia (pelaku) untuk antar saya pulang ke rumah, tapi pelaku langsung menawarkan diri untuk antar pulang saya, didalam perjalanan pelaku ajak saya nonton pesta di Juanga, saya ikuti saja, karena pelaku bilang setelah itu langsung antar pulang ke rumah,” kisah korban.

Seusai menonton pesta di desa Juanga, pelaku mengantar korban pulang ke rumahnya di desa Darame. Di tengah perjalanan, pelaku yang tidak bisa menahan nafsunya itu beralasan buang air kecil (kencing) tepatnya lokasi ARMY DOC. Pelaku yang tengah dikuasai nafsu itu mengajak korban berhubungan intim layaknya suami istri. Ajakan pelaku spontan ditolak korban, namun pelaku bersikeras dan langsung mencegat korban berhubungan intim.

Selang dua minggu kemudian, peristiwa tidak senonoh yang dialami korban terungkap. Korban yang mengalami trauma ini menceritakan perbuatan pelaku ke saudara ibunya. Usai mendengar cerita korban, saudara dari ibu kandung korban itu meneruskan cerita ke orangtua korban. Tidak terima anak mereka mendapat perilaku tidak senonoh, orangtua langsung melaporkan ke penyidik Polres Pulau Morotai.

“ Kami sudah laporkan pelaku ke polisi sejak Jumat (10/8) lalu, selaku orangtua sangat berharap pelaku dapat proses dan mendapat hukuman sesuai perbuatanya,” ucap ibu korban sembari menunjukan laporan polisi.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak cepat menuju rumah pelaku di desa Darpan. Alhasil, polisi berhasil mengamankan pelaku diamankan di sel tahanan Mapolres. Pelaku sendiri diperiksa diruang penyidik Mapolres. (Fix/red)
Komentar

Berita Terkini