|

HM Dianiaya Tidak Manusiawi Sahabatnya Sendiri

Peristiwa penganiayaan yang terjadi di Desa Katana kecamatan Tobelo Timur Kabupaten Halmahera Utara
HALUT, BRN – Seorang pria insial HM (46) alias heng Masdandiko ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Belakangan terungkap HM meninggal dunia karena dianiaya temannya sendiri dengan inisial EK (42). Peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu terjadi pada Minggu (19/8) kemarin sekira pukul 23.00 WIT di desa Katana Kecamatan Tobelo Timur. Insiden tersebut sontak mengebohkan warga sekitar.


Berdasarkan informasi yang diterima dari Humas Polres Halut, Sentara Pelayanan Kepolisian  Terpadu (SPKT) Polres Halut, menerima laporan via telepon dari salah satu warga sekira pukul 23.00 WIT. Usai mendapat laporan adanya penganiayaan, SPKT Polres Halut melakukan koordinasi dengan Polsek Tobelo Selatan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Disaat bersamaan, Kapolsek Tobelo Selatan (Tobsel), Iptu J. Sariwating langsung mendatangi posko Brimob (Mako) Polres Halut guna meminta back-up baik dari unit Sabhara maupun piket fungsi lainnya untuk turun ke TKP. Alhasil, sekira pukul 24.00WI, Kapolsek Tobsel Iptu J. Sariwating bersama personil gabungan Resintel Polres Halut dibawah pimpinan KBO Reskrim Resort Halut, Ipda Aktuin Moniharapon S.Trk,  berhasil mengamankan pelaku yang tak lain teman korban sendiri yakni EK (42thn). Korban sempat dievakuasi tim gabungan Polres Halut. Namun dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo korban sudah tak lagi bernyawa.

Apolos Makoro salah satu saksi kejadian mengatakan, sekira pukul 23.00WIT pelaku EK mendatangi rumah korban dengan maksud menemui korban. Korban yang tengah tertidur pulas itu tiba-tiba langsung dianiaya pelaku menggunakan parang. Akibatnya korba mengalami sejumlah tanda potong di sekujur tubuhnya.

“ Melihat pelaku mengambil parang, karena merasa takut kami langsung lari untuk mengamankan diri,” ujarnya.  

Sementara itu, saksi lainnya Adriana Masnandifo mengaku, dirinya  dan suaminya dalam keadaan tidur. Mendengar suara yang menyerupai suara benturan benda tumpul ke tubuh seseorang kedua langsung terbangun tidur. Adriana yang tak lain kakak dari korban ini langsung mengecek asal-muasal suara benturan itu berasal. Tak lama menelusuri, kedua pasangan suami isteri (pasutri) itu tak menyangka EK (42) tegah menganiaya korban dengan parang hingga berulang kali.  

“ Pas sampe di depan pintu kamar, kami melihat secara langsung pelaku potong korban pake parang berulang-ulang kali ke arah tubuh korban. Bahkan, pelaku mengancam akan membunuh kami. Karena merasa takut kami lari untuk mengamankan diri sambil berteriak meminta tolong ke tetangga sekitar rumah,” kisah Adriana.

Diketahui, akibat penganiayaan tidak manusiawi itu korban mengalami 14 luka bekas potong. Empat diantaranya boleh dibilang sangat parah. Sebab, dari bekas potong tersebut tulang paha kirim putus. Luka parah lainnya yaitu bagian dada, kepala, leher, rusuk kanan, serta tangan kiri korban.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Halut terkait motif dibalik kejadian tersebut. (Hlt).
Komentar

Berita Terkini