|

Massa Desak Polres Kepsul Tangkap Tersangka Pengeroyokan

Aksi Aliansi Masyarakat Wai Ina di depan Polres Kepsul, Senin (13/8)

SANANA, BRN - Belum ditangkapnya Satu dari Empat tersangka pengeroyokan terhadap Murdimin Fokatea (korban) di desa Falahu beberapa bulan lalu menuai protes wargadesa Wai Ina kecamatan Sulabesi Barat Kepulauan Sula. Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Wai Ina menggugat ini mendatangi Polres Kepulauan Sula (Kepsul) menuntut agar pelaku pengeroyokan berinisial RB Alias Randi Baguna yang masih berstatus pencarian polisi atau buronan itun segera ditangkap.



Massa yang menumpangi satu buah truk dilengkapi sound system itu sempat bersitegang lantaran ibu korban, Salima Umalekhoa (46) menangis histeris hingga pingsan. Tak hanya itu,  adik korban, Fauji Fokatea (18) turut membuat onar hingga membuat suana semakin tegang. Beruntung, amukan adik korban serta tangisan ibu korban langsung tenangkan anggota Polisi  Wanita (Polwan) yang mengawal aksi dan perwakilan beberapa massa aksi sehingga membuat suasana kembali aman dan kondusif.

Dalam aksi tersebut, mereka menuding pihak kepolisian terkesan menerima suap sehingga pelaku yang masih buron tak pernah ditangkap. Orator atas nama Riswan Abas ini bahkan menyebutkan pihak Polisi harus bertanggungjawab bila nantinya terjadi pembalasan atau hal-hal yang tak diinginkan kepada tersangka buron tersebut. “ Polisi tidak kooperatif dalam menangani kasus ini,” ucap Riswan, Senin (13/8).

Sementara itu, Koordinator lapangan (Korlap) Sumarlan Umalekhoa dalam orasinya mengatakan, Polres Kabupaten Kepsul tidak mampu menyelesaikan kasus yang besar seperti kasus pengeroyokan yang alami Murdimin Fokatea. Melainkan hanya bisa menangani kasus-kasus kecil.

“ Sementara kasus pembunuhan dibiarkan. Bila kasus ini tidak di selesaikan dalam waktu dekat, maka kami akan membawa kasus ini kepada Polda Maluku Utara,” ancam Korlap.

Selain mendesak kasus pengeroyokan segera diselesaikan, mereka juga meminta
Kapolres Kepsul untuk melakukan hearing secara terbuka. Kapolres Kepsul didampingi Kasat Reskrim baru menemui massa aksi setelah mendengar anacaman mereka.

“ Lama baru direspon, setelah kami mau mengarahkan massa aksi menuju desa Falahu untuk mendatangi rumah pelaku baru pak Kapolres didampingi Kasat Reskrim menemui dan melakukan hearing secara terbuka di halaman Polres Kepsul. Dari hasil hearing itu pak Kapolres berjanji pihaknya segera mendatangkan pelaku yang masih buron dalam waktu dekat,” ujar Korlap.

Tak hanya dua tuntutan, massa aksi menutut Kapolres Kepsul untuk melakukan rekonstruksi atau reka ulang terhadap kasus pengeroyokan Murdimin Fokatea, serta menuntut bila kasus ini tidak diselesaikan dalam waktu dekat, Aliansi Masarakat Wai Ina menggugat mengadukan kasus ini ke Polda Malut.(onn/red)
Komentar

Berita Terkini