|

KNPI Tantang Bawaslu Malut

Thamrin Ali Ibrahim

TERNATE, BRN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara menantang Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Malut dalam menyikapi masaalah pada proses kontestasi pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019. Pernyataan ini ditegaskan Ketua KNPI Malut, Thamrin Ali Ibrahim pada jumpa persnya di hotel Corner, Kamis (30/8) sore tadi.

Thamrin mengatakan, seiring berjalannya dinamika politik di Maluku Utara, KNPI melihat ada sebuah kekhawatiran secara masif yang mulai ditunjukkan khususnya anak-anak muda. Sehingga untuk memalisir kekhawatiran ini dibutuhkan langkah antisipasi dini untuk menangkal terjadinya hal-hal yang merusak nilai-nilai demokrasi pada pileg nanti.

“ Sudah mulai ada tanda-tanda dimana nilai politik 2019 nanti sudah mulai nampak, termasuk kampanye-kampanye terselubung dilakukan caleg yang saat ini diumumkan sebagai Daftar Calon Sementara (DCS),” katanya.

Dikatakan, tantangan yang dimaksud bukanlah menantang pada hak dan kewenangan Bawaslu sebagai penyelenggara. Melainkan dalam artian untuk bagaimana menyikapi dan mengawasi proses pileg yang dilakukan secara masif.

“ Sehingga tidak mengganggu jalannya pemilihan, apalagi issu-issu transaksi politik uang, barter suara dengan bantuan serta melakukan intimidasi dengan menyebar isu sara. Karena gejala-gejala ini memungkinkan kembali terjadi dan mengganggu, bahkan sudah menjadi budaya wajah politik khususnya di Maluku Utara,” ucapnya.  

Karena itu, dirinya mendukung serta mendorong TNI/Polri untuk menegakkan hukum dalam mengamankan pemilu 2019 agar berjalan tanpa ada pertikaian apapun. Ia mengaku langkah ini diambil karena sesuai pengalaman 15 tahun terakhir. Dimana wajah politik Malut sering dilakukan barter suara dengan alasan bagi-bagi sembako, atau politik uang.

“ Sehingga langkah antisipasi bisa memalisir gejala-gejala tersebut. Tentunya peran aktif Bawaslu sangat menntukan itu semua,” ujarnya. (eko)
Komentar

Berita Terkini