|

Ketua Bawaslu Diadukan Ke DKPP RI

Muksin Amrin
TERNATE, BRN – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara, Muksin Amrin diduga melakukan perbuatan “immoral” atau perbuatan tidak etis. Dugaan ini mencuat setelah dikabarkan Muksin Amrin berdampingan dengan seorang wanita saat berada di sebuah tempat karaoke di Jakarta belum lama ini. Hal ini disampaikan Fadly S. Tuanany, Rabu (15/8).

Menurut Fadly, meski seleksi calon anggota Bawaslu  Kabupaten/Kota telah usai, akan tetapi belum bisa dikatan selesai sepenuhnya. Sebab, lolosnya Amru Arfa yang juga pengurus DPD II kota Tidore Kepulauan (Tikep) serta salah satu tim asistensi Bawaslu itu kini diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Bukti tanda terima dokumen pengaduan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu
Fadly mengatakan, selain dugaan perbuatan “immoral” yang dilakukan Muksin, serta lolosnya Amru Arfa pada seleksi anggota Bawaslu, beberapa pengaduan pelanggaran kode etik seperti kebenaran Amru Arfa sebagai tim asistensi Bawaslu yang mana diusulkan Bawaslu Malut untuk mengikuti calon anggota Bawaslu zona I Kota Tidore Kepulauan (Tikep), KTP ganda AHM, serta dugaan pelanggaran personal atas dugaan penghasutan yang dilakukan Muksin Amrin dengan salah satu oknum pengurus partai politik di Malut dengan tujuan memback-up kepentingan Muksin Amrin juga turut diadukan ke DKPP RI.  

“ Item-item dugaan pelanggaran ini sudah adukan dan DKPP sudah mengantongi tanda terima DKPP ke kami,” ujar pengacara muda itu.

Sementara itu, ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin saat ini belum bisa dikonfirmasi (menanyakan). Bahkan, pesan singkat via WahsApp yang dikirim media ini ke yang bersangkutan tak dibalas hingga berita ini ditayang. (tim)

Komentar

Berita Terkini