|

Kejati Komitmen Tuntaskan Kasus Dani Missy

Kantor Kejaksaan Tinggi
TERNATE, BRN - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Barat (Halbar) terus menyuarakan kasus pinjaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. KNPI mendesak kepada Kejati Malut agar segera menyelesaikan kasus pinjaman Pemkab Halbar senilai Rp 159,5 miliar pada Bank BPD cabang Jailolo.  

“ Rakyat Halbar menanti kepastian hukum untuk menetapkan bupati Halbar, Dani Missy sebagai tersangka, karena praktek kasus korupsi tersebut tidak melalui mekanisme sebagaimana tercantum pada  PP Nomor 30 tahun 2011 tentang pinjaman daerah,” tandas kordinator lapangan (korlap) Beny Rumangun dalam orasinya, Senin (6/8).

Sementara itu, Kepala Kejati Nyoman Ida Bagus Wismantanu mengatakan tetap berkomitmen menuntaskan kasus pinjaman Pemkab Halbar senilai Rp 159 miliar yang diduga melibatkan Dani Missy itu. Hanya saja, pengungkapan tersangka perlu ketelitian dan kehati hatian dan berdasarkan aturan yang ada.

“ Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, kasus ini sementara jalan, dan perkara ini kan masih dalam tahapan pemeriksaan. Kita tetap berkoordinasi dengan banyak ahli dan para pihak yang bisa menyampaikan kerugian keuangan anggaran. Saat ini kita masih menelusuri terkait dengan alat bukti,” kata Ida.

Disentil kapan Bupati Halbar dipanggil, orang nomor satu di Kejati itu tegas memastikan tetap dipanggil. “ Pak Bupati tetap dipanggil, dan ini gampang, nanti tunggu waktunya,” singkatnya. (Shl)
Komentar

Berita Terkini