|

Kades Wai Ina Dituding Perkaya Diri Sendiri

Sekretaris Desa Wai Ina, Bosman Kemhay
SANANA, BRN - Kepala Desa (Kades), Arifin Umalekhoa desa Wai Ina Kecamatan Sanana  dituding sekongkol dalam penandatanganan Anggaran Pendapatan Belaja Desa (APB-Des) tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018. Tak hanya Kades, bendahara desa (Bendes), Nasmudin Faudu turut dituding sekongkol dengan kades dalam APB-Des tiga tahun berturut-turut itu.

Tudingan ini menyusul Sekretaris Desa (Sekdes), Bosman Kemhay dan
Wakil Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mahruf Kaslub tak dilibatkan dalam penandatanganan APBDes beberapa tahun terakhir.

Ditemui dirumahnya, Sekdes Wai Ina, Bosman Kemhay mengaku hanya menandatangani APB-Des tahun anggaran 2014 dan tahun 2015. Sementara  di tahun 2016, 2017, dan 2018 tidak lagi dilibatakan. “ Soal tiga tahun belakangan saya tak pernah tau karena tidak dilibatkan,” aku Bosman, Minggu (12/8).

Sekdes mengatakan, selama ini kades dan bendahara hanya mengatur anggaran desa secara bersama-sama dan tidak melibatkan dirinya. Saat ini, kata Sekdes, pencairan tahap pertama sebesar 20 persen atau senilai Rp 300 juta. “ Anggaran itu digunakan untuk membayar tunjangan aparat desa. dan sampai sekarang belum ada kegiatan yang di lakukan oleh desa,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Anggota BPD Mahruf Kaslub menuturkan, selama ini kades hanya memperkaya diri sendiri. Sebab, semenjak menjabat sebagai kades, Arifin Umalekhoa memiliki tiga bidang tanah (kintal), dua kintal diantaranya berada di desa Wai Hama dan satu kintal berada di desa Fogi dengan jumlah nilai seharga Rp 90 juta.

Tak hanya itu, Mahruf juga membeberkan sejumlah kekayaan milik kades. Mahruf mengaku sudah mengantongi semua bukti bahan bangunan serta perabot rumah milik kades yang disimpan di toko Indo Raya. “ Secepatnya membuat laporan ke Bupati agar kepala desa Wai Ina di copot dari jabatannya,” tegasnya.

Ia mengaku sudah beberapa kali dilakukan pertemuan dengan Komisi I DPRD Kepulauan Sula (Kepsul) untuk mengecek pembangunan di desa Wai Ina, namun dari hasil pertemuan itu kades belum juga dipanggil untuk di evaluasi.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kepsul, Sahrul Fatgehipon
dikonfirmasi via Handphone membenarkan adanya pertemuan yang dilakukan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Wai Ina Kecamatan Sanana. Hanya saja, setelah dilakukan pengecekan di lapangan ditemukan beberapa item pekerjaan tidak sesuai dengan RAB. “ Dalam waktu dekat kades Wai Ina akan di panggil untuk di evaluasi,” ujarnya (onn/red)
Komentar

Berita Terkini