|

Investasi Bodong Kembali Makan Korban

Kombes Pol. Masrur

TERNATE, BRN – Investasi bodong kembali memakan korban.  Kali ini pemilik (bos) CV. Arfi Group dilaporkan nasabahnya sendiri lantaran tidak mampu membayar bunga yang telah dijanjikan.

Laporan nasabah atas nama Mega ini pada Jumat (24/8) lalu di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut). Laporan dengan dugaan ‘penipuan’ yang dilakukan Dedi selaku bos CV Arfi Group ini menuai pro kontra. Sebab, sebagain nasabah CV Arfi Group mendatangi kantor kantor Ditreskrimsus Polda Malut untuk melakukan negosiasi dengan penyidik agar dilakukan penangguhan penahanan terhadap bos mereka.

Kepala Ditreskrimsus Polda Malut, Kombes Pol. Masrur di konfirmasi mengatakan, penangguhan penahanan terhadap Dedi belum bisa dikabulkan penyidik seperti apa yang diminta sebagian nasabahnya itu. Alasannya, kuasa hukum Dedi (terlapor) baru memasukan permohonan penangguhan penahanan baru sekarang.

Masrur mengaku permohonan penangguhan penahanan terhadap terlapor masih dipelajari penyidik untuk dijadikan pertimbangan. “ Kan nanti ada pertimbangan dari penyidik. Sehingga masih diteliti apakah disetujui atau tidak, nanti lihat prosesnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kuasa hukum Dedi, Kuswandi Boamona menjelaskan perkara yang melibatkan klienya itu permohonan penangguhan penahanan sudah ditahan Ditreskrimsus Polda Malut. Ia mengaku kedatangannya pagi tadi untuk memasukan permohonan penangguhan penahanan baru.

“ Karena yang bersangkutan Dedi ini bersedia membayar atau mengembalikan uang nasabah, jika dirinya bisa keluar dari penjara,” terangnya.

Diketahui, terlapor saat ini mendekam di jeruji besi Polres Ternate. (Shl)
Komentar

Berita Terkini