|

Helmi : Chatting Ketua Bawaslu Bisa Memperkeruh Suasana

Helmi Alhadar
TERNATE, BRN - Beredarnya chat/komentar ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara,  Muksin Amrin dan salah satu pengurus partai NasDem Malut ditanggapi akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (Ummu), Helmi Alhadar. 

Menurut Helmi, chat/komentar yang diduga dilakukan pucuk pimpinan Bawaslu dan salah satu pengurus partai politik (parpol) itu membuat keru suasana. Ditambah lagi momentum pilkada masih bergulir di meja Mahkamah Konstitusi (MK), bukan tidak mungkin chat/komentar di media sosial itu dikemas oleh oknum-oknum tertentu untuk melahirkan issu atau wacana liar yang kemudian mengganggu konsentrasi khalayak luas terutama menciptakan kegaduhan politik.

“ Justru itu pihak yang dituding dalam hal ini Muksin Amrin harus mampu menjawab/mengklarifikasi, sehingga tidak menimbulkan gejolak baru,” ujar Helmi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (9/8).

Bukti chat/komentar Ketua Bawaslu dan salah satu pengurus partai NasDem. Dalam chat/komentar Ketua Bawaslu ini ada beberapa nama oknum turut disebut. Ulas dan Jek saat ini aktif sebagai pengurus partai PAN. juga diduga turut terlibat dalam "settingan" tersebut. Salah satu pengurus partai NasDem yang dimaksud adalah Ruslan Kubais (Alan NasDem). Ruslan saat ini diketahui maju Bacaleg di 2019 mendatang yang diusung partai NasDem. Dengan begitu, dugaan perjalan Ruslan Kubais menuju kursi parlemen mungkin saja mulus dengan pertimbangan tertentu. 
Kandidat doktor ini mengatakan, ada unsur dapat dijadikan sebagai alasan pada chat/komentar tersebut. Pertama terkait administrasi dan yang kedua adalah unsur pidana (sisi hukum). Meski begitu,  Helmi tidak mempersoalkan dua unsur itu. Alasannya karena hanya melihat pada konteks komunikasi politik.

“ Soal masalah lain saya tidak berkomentar,  saya hanya berkomentar komunikasi nya saja,” ucapnya.

Khawatirnya kata Helmi, jika ketua Bawaslu tidak mampu menjawab atau mengklarifikasi persoalan ini, akan berdampak pada pencitraan. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara semakin buruk.

“ Ini soal pencitraan. Sekarang, Bawaslu harus mampu menjawab tudingan itu. Sehingga tidak berimbas pada kepercayaan masyarakat,” katanya.

Akademisi Ummu ini berharap, beredarnya issu kurang enak serta tidak elok di dengar ini segera direspon oleh pihak-pihak yang namanya disebutkan pada chat/komentar tersebut. Dengan maksud persoalan ini dapat dipahami oleh publik secara benar.

“ Berharap agar persoalan ini bisa diselesaikan secara adil melalui proses sebagaimana mestinya,” harapnya.

Pengurus Alkhairat Kalumpang yang juga dosen ilmu komunikasi Ummu ini berpendapat, timbulnya wacana yang meresahkan masyarakat seperti sekarang ini dapat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kondisi ketidakpastian masyarakat akibat dari prasangka di antara kelompok masyarakat. (emis)
Komentar

Berita Terkini