|

Gelar Survei IKP, Bawaslu Halut Libatkan Pers

SURVEI: Suasana pengisian angket/kuisioner pada survei IKP yang dilakukan Bawaslu Halut, Jumat (24/8).
HALUT, BRN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten Halmahera utara melalui Komisioner Ahmad Idris (devisi pencegahan) Bawaslu Halut melibatkan unsur insan pers (warawan) dalam instrumen survei Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Agenda dalam rangka diskusi dengan wartawan dari berbagai media cetak dan online itu dilangsungkan di caffe Djarot, Jumat (24/8). kegiatan diskusi itu dihadiri beberapa Komisioner Bawaslu diantaranya Ahmad Idris,  Iksan Hamiru dan stafnya Halil Hakim. 

Dalam penjelasannya, Ahmad Idris mengatakan, model survei yang dilakukan menggunakan sistem angket/kuisioner yang didalam terdapat 76 pertanyaan. Subyek yang dijadikan sampel survei kemudian memelih opsen jawaban yang sudah disediakan.

Ahmad mengatakan, pertanyaan yang terdapat pada angket/kuisioner tersebut masih berkaitan dengan  indeks kerawanan pemilu di Kabupaten Halmahera Utara (Halut). “ Ada dua pilihan jawaban yang  kemudian itu dipilih,  opsen (a) YA dan opsen (b) TIDAK pada lembar kuisioner,” kata Ahmad.

Ia berharap, insan pers (wartawan) sebagai mitra Bawaslu terus memberikan informasi seputaran pelanggaran pemilu di Kabupaten Halut. Selain sebagai mitra kerja, wartawan juga sebagai mitra terpenting untuk mengawal pemilu dan mencegah kerawanan pemilu.

Menurutnya, meski kontestasi politik pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) baru bisa dilakukan pada tahun  2019 mendatang, namun bagi pihaknya amat penting merumuskan IKP sejak dini. Selain merupakan awal pemetaan pelanggaran pemilu, IKP bahkan menjadi tradisi riset yang dikembangkan Bawaslu dengan tujuan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu.

“ Selain itu IKP juga merupakan perwujudan amanah Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tetntang kerja Bawaslu terkait pemetaan potensi kerawanan yang merupakan bagian dari pencegahan,” jelasnya. (Hlt)
Komentar

Berita Terkini