|

AP2D Boikot Kantor Panwaslu Halut

Pintu kantor Panwaslu Halut di palang massa aksi

HALUT, BRN - Belum lagi  tuntas dugaan lolosnya Amru Arfa  pada seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di zona I Kota Tidore Kepulauan (Tikep),  kisruh serupa dialami Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Bagaimana tidak, dugaan video suap Timsel yang beredar belum lama  kembali dipersoalkan di Halut.

Massa aksi yang terdiri dari KNPI, GAMKI, GMKI dan GMNI serta mengatasnamakan Aliansi Pemuda Pembela Demokrasi (AP2D) ini menuntut pembatalan hasil seleksi yang terlanjur dipublikasikan itu. Aksi yang berujung pada pemalangan pintu kantor Panwas Halut itu dipicu oleh kenirja Timsel karena dianggap bekerja tidak secara profesional.

“ Kita datang ke sini, untuk menyampaikan kebobrokan Timsel Bawaslu karena ada praktek suap yang diduga mengalir di internal Timsel,” kata salah satu aktivis asal GAMKI Halut, Adrianto Koli saat menggelar aksi di Polres Halut.

Tak hanya itu, dugaan video suap yang sementara viral di media sosial (facebook) ini menunjukan jelas moral Timsel dipertanyakan. “ Video ini sudah jelas, ada penyerahan uang kepada salah satu Timsel dari peserta seleksi. Itu kah moral seorang Timsel,” tanya Adrianto sembari meminta segera dilakukan pembatalan hasil seleksi.

Tulisan "Kantor Ini Ditutup Untuk Semntara"yang menancap tengah pintu kantor Panwaslu Halut
Setelah beberapa jam melakukan aksi, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Halut, Kompol. J Meteriang menerima massa aksi untuk melakukan hearing. Dihadapan Kabag Ops, Christian Muloko yang juga salah satu orator ini menuturkan, maksud aksi yang dilakukan ini guna mempresure kepada aparat penegak hukum untuk serius menangani dugaan kasus suap yang melibatkan salah satu Timsel itu. Sehingga tidak muncul penilaian buruk atau menciptakan kegaduhan politik yang berimbas pada masyarakat.

Sementara dalam tanggapannya, Kabag Ops mengaku akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Kapolres Halut untuk ditindaklanjuti. “ Kita akan sampaikan ke pak Kapolres,” singkatnya.

Selesai melakukan hearing dengan Kabag Ops Polres Halut, massa aksi menuju kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Halut dengan aksi serupa. Di kantor Panwaslu sempat bersitegang lantaran massa bersikeras masuk ke dalam kantor. Massa meminta seluruh staf menghentikan aktifitas dan mengosongkan kantor. Desakan ini diwarnai adu mulut antara massa aksi dan salah satu staf yakni Iswal Rasaji karena tidak menerima permintaan massa aksi. Beruntung, adu mulut itupun cepat dilerai pihak keamaan yang berjaga di kantor Panwas. Massa kemudian masuk untuk memalang pintu kantor Panwas Halut. (Hlt/red)
Komentar

Berita Terkini