|

Tak Sesuai Prosesur, AGK Yakin Jawaban Termohon Lemah di MK

Fadli Tuanany
TERNATE, BRN - Calon gubernur nomor urut tiga, Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali yakin jawaban termohon (KPU) lemah di Mahkama Konstitusi (MK). Keyakinan ini diutarakan kuasa hukum AGK-YA, Fadli Tuanany saat dikonfirmasi via whatsapp usai menghadiri agenda KPU di kantor KPU jalan Angger Kelurahan Kota Baru lingkungan Dakomib Kota Ternate Tengah, Minggu (29/7) pagi tadi.

Fadli mengatakan, keyakinan ini didasari beberapa alasan. Pertama, pembukaan kotak suara di empat Kabupaten yaitu Kepulauan Sula (Kepsul), Kabupaten Pulau Taliabu, Halmahera Utara, dan Kabupaten Pulau Morotai itu dinilai tidak menyentuh substansi permohonan sebagaimana pokok permohonan pemohon (AGK-YA) di MK. “ Karena yang menjadi pokok permohonan itu form C-7 bukan form C-1 yang ada dalam kotak suara. Dari hasil pemeriksaan itu, KPU tidak bisa menunjukan form C-7,” ujarnya.

Menurutnya, mengenai tidak prosedurnya KPU atas pengecekan kotak suara dalam rangka kelengkapan alat bukti itu bagi pihaknya tidak di permasalahkan. Hanya saja form C-1 yang diceklist tersebut bukan syarat atau pokok permohonan pemohon di MK.

“ Karena yang kami permasalahkan adalah persoalan tidak adanya sebagian besar form C7 dalam kotak yang adalah bawaan dari tingkatan perhitungan di setiap TPS baik di Taliabu maupun di Sula, dan ini adalah pelanggaran administrasi pemilu yang tidak boleh di anggap remeh,” tandas Fadli,

Kata Fadli, pembuktian form C-7 di sebagai besar TPS itu akan dijadikan permohonan ke MK untuk melakukan pengecekan kotak suara ulang terhadap TPS yang dianggap bermasalah itu. Misalnya TPS di desa Parigi Kecamatan Taliabu Timur tidak ada form C-7 dan DPTb dalam kotak suara.  

Ajang pembuktian terhadap from C-7 tersebut tertuang dalam PKPU nomor 8 tahun  2018. “ Nantinya kami memintakan ke MK untuk di buka kembali dalam pembuktian nanti. Kemudian ada apa dan kenapa sehingga KPU tidak mau menunjukkan form C7 dan DPTb atau daftar pemilih tambahan di semua TPS dan hanya from C-1 yang di perlihatkan. Tetapi bagi kami tidak masalah, karena pembuktiannya ada di MK,” ucapnya. (brn)
Komentar

Berita Terkini