|

SMP N 5 Terima PPDB Sesuai Zona

Kepsek: Ketentuannya hanya 224 siswa

Ilustrasi
TERNATE, BRN – Hari pertama sejak dibukanya penerimaan peserta didik baru (PPDB), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Ternate bisa dikatakan tinggi peminat. Pantuan Brindonews.com, siswa baru yang sudah mengis formulir yang disediakan Panitia di Satuan Pendidikan peserta PPDB Online secara bergantian mendatangi sekolah masuk peringkat 5 besar pada hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 25 Mei 2018 lalu itu. Panitia terlihat antusias menerima setiap formulir atau hasil print-out tanda bukti pendaftaran yang diserahkan siswa baru (lihat infografis).

Kepala SMP N 5 Kota Ternate, H Abubakar Pelupessy mengatakan, sesuai hasil rapat pihaknya sudah menetapkan penerimaan siswa baru sejumlah 224 siswa. Hasil ini sesuai dengan zonasi yang telah ditentukan “ Kami diberikan ketentuan hanya 224 murid, namun itu tidak bisa keluar dari zona,” kata Kepsek, Selasa (10/7).

Terkait zonasi kata dia, zonasi di SMP N 5 masih sama dengan sekolah-sekolah lain. Misalnya di SMP N 2, dan sekolah favorit lainnya seperti SPM N 1 Ternate. Untuk SPM N 5 mulai dari Kelurahan Tafure, Tabam, Sango, Tarau, dan Tobololo. Sebab seleksi penerimaan calon peserta didik baru dilakukan berdasarkan kriteria utama salah satunya akses jarak tempuh dari tempat tinggal ke sekolah tujuan berdasarkan Akta Kelahiran dan alamat pada Kartu Keluarga (KK).
 
“ Sedangkan SMP N 2 mulai dari Kelurahan Salero, Kasturian, Dufa-dufa, Akehuda, Toboleu, dan Tubo,” jelasnya.

Infografis alur pendaftaran peserta didik baru (PPDB)
disentil soal siswa baru diluar zona/daerah, kepsek mengatakan, pihaknya belum memastikan menerima siswa baru diluar zona/daerah. Sebab menurutnya, SMP N 5 hanya berkewenangan menerima siswa baru sesuai zonasi yang sudah ditentikan. Meski begitu, para calon siswa baru diluar zona/daerah mungkin saja diterima asalkan kouta yang ditentukan belum terpenuhi. “ Nanti kita lihat dulu apakah kouta sudah cukup atau belum, kalau sudah cukup otomatis sudah tidak bisa lagi,” ujarnya.

Dia berharap kepada kepala-kepala sekolah agar mematuhi ketentuan yang diberlakukan alias “tidak nakal” dalam pemerataan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. “ Teruntuk pemerintah turut memantau situasi ini agar kepala sekolah tidak melanggar kesepakatan yang disepakati,” ucapnya. (mhiez)
Komentar

Berita Terkini