|

Sikapi NPS Baru, Benny, : Personil BNNP Lebih Aktif Dalam P4GN

Brigjen Pol. Dr. Benny Gunawan

TERNATE, BRN - Hukuman bagi pengedar, bandar diatur dalam Uundang-undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Meski bagitu, para pengedar mau bandar berupaya menciptakan New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru agar terlepas dari jeratan hukum. Sulitnya mengatasi penyebaran narkoba ini juga disebabkan munculnya banyak zat psikoaktif baru yang coba kemas para bandar narkoba untuk dijual dipasaran dengan harga murah.

Munculnya narkoba jenis baru membuat kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Malut, Brigjen Pol. Dr. Benny Gunawan terus berupaya mengingatkan kepada personilnya agar lebih aktif melakukan tanggungjawab Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) khususnya di Malut. Hal ini disampaikan pada apel pejabat dan staf di Kantor BNNP, Senin (23/7/2018).

Jenderal bintang satu ini mengaku geram terhadap para bandar dan kartel narkoba yang selalu menciptakan zat psikoaktif baru agar terlepas dari jeratan hukum. Selain itu, zat psikoaktif baru ini dihargai dengan harga murah sehingga banyak orang mudah tergoda.

Infografis ketergantungan narkoba
“ Para bandar itu lihai, kalau jenis narkobanya baru dan tidak termuat dalam Undang-undang, susah untuk dijerat.  Parahnya, mereka mencampurkan beberapa jenis untuk mendapatkan efek yang lebih kuat, namun kerusakan saraf dan fungsi tubuh  yang dihasil akan lebih cepat,” ujar Benny.

Menurutnya, setiap tahun Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) harus direalis sehingga menekan para bandar, karena para bandar selalu memanfaatkan setiap terbitan peraturan. Dari 95 New Psychoactive Substances (NPS) tertuang dalam Permenkes Nomor 20 tahun 2018 tentang perubahan lampiran Narkotik, sebanyak 89 NPS masuk golongan I, 5 NPS masuk golongan II, dan 1 NPS masuk gol III. Sementara  NPS yang teridentifikasi di Indonesia masih berjumlah 71.

“ Dari 71 NPS tersebut, 68 NPS yang diatur sementara baik itu jenis Ketamin, Kratom dan Alfa Prophylamin Openthiophenon  belum masuk dalam daftar NPS terbaru. Untuk sementara masih dalam pembahasan di Kementerian terkait,” jelasnya.

Untk mencegah hal ini kata Benny, peran penting seluruh stakeholder  tentu sangat membantu upaya BNN. Upaya pencegahan massif serta langkah pengawasan dan represif seluruh elemen untuk menangkal bahaya  narkoba.

“ Seluruh elemen masyarakat harus disosialisasikan apa jenisnya dan bahaya yang dikandungnya ke generasi muda agar memiliki daya tangkal,” ucapnya. (BNN/Shl).
Komentar

Berita Terkini