|

Sidang Berikut, MK Minta Kuasa Hukum AGK-YA Lampirkan Sprindik AHM


Suasana Sidang Sengekta Pilkada Maluku Utara di MK

JAKARTA,BRN - Mahkama Konstitusi meminta kepada kuasa hukum AGK-Ya untuk melampirkan sprindik penetapan AHM tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  dan surat pembatalan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan Polda Metro Jaya, hal ini dikatakan wakil Ketua Hakim Suhartoyo pada sidang mendengarkan pokok perkara pemohon.

“ Surat sprindik penetapan tersangka AHM serta Pembatalan harus dilampirkan untuk dijadikan dasar penguatan pada sidang selanjutnya” segera lampirkan spridik tersebut pada sidang selanjutnya”.

Sementara kuasa hukum AGK-YA, Wakil Kama mengatakan, bukti sprindik AHM serta pembatalan SKCK akan di siapkan untuk sidang berikut. Terkait SKCK Ahmad Hidyat Mus yang di buat di polda Jakarta dengan melaporkan bahwa yang bersangkut tidak pernah terjeret hukum, padahal faktanya yang bersangkutan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberatasan Korupsi dan mendekam di sel tahanan.

Lanjut dia, perlu diketahui untuk  kecurang di Kabupaten Pulau Talibu yang ditemukan sebanyak 8 Kecamatan dimana seluruh Tempat Pengumutan Suara (TPS) terdapat 7.237 pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)  dan ada juga 2.708 pemilih yang bukan warga Taliabu, karena kartu Keluarganya merupakan penduduk daerah lain yang tersebar diseluruh TPS Kabupaten Kepulauan Taliabu, hal tersebut dapat diketahui kode Kartu Keluarga.

Selain itu juga terjadi pengancaman terhadap saksi paslon AGK-YA akan tetapi tidak berani melaporkan kepada panwascam sebab kalau di laporkan akan di usir dari Taliabu, hal ini juga pernah terjadi di tahun 2010 lalu.
Kuasa Hukum AGK-YA, Saat Membacakan Hasil Kecurangan yang di lakukan AHM di Taliabu dan Kepulauan Sula 

Kata dia, bahwa kecurangan Ahmad Hidayat Mus yang dilakukan berulang-ulang int, 
berkorelasi erat dengan banyaknya dugaan praktek tindak pidana korupsi di Kepulauan Sula dengan dugaan tindak pidana korupsi Lahan Bandara Bobong Kepulauan Sula dengan, status sebagai tersangka KPK, meskipun Ahmad Hidayat Mus terkenal sakti dan licin dari jeratan hukum, akhirnya saat ini telah ditahan oleh KPK.

Perlu diketahaui  seluruh TPS di Kabupaten Kepulauan Taliabu dan kabupaten Kepulauan Sula telah terjadi berbagai pelanggaran yang dilakukan termohon untuk memenangkan Calon No Urut 1 dengan cara membiarkan satu orang pemilih mencoblos lebih dari satu kali, dan meman√≠pulasi C6 serta membiarkan orang yang tidak berhak untuk mencoblos para pemilih yang sedang diluar kota baik karena bekerja atau pun sedang melaksanakan pendidikan diluar kota, serta orang yang telah meninggal namun namanya masih tercantum dalam DPT.

Bahwa sebagian saksi-saksi Pemohon diintimidasi, dipukul dan diusir dari TPS- TPS, sehingga saksi-saksi Pemohon tidak dapat menyaksikan proses pemungutan suara dan Saksi Pemohon memperoleh Formulir C1 KWK KPU setelah proses perhitungan dilakukan oleh Termohon. Bahkan di TPS 1 Desa Holbota Kec. Taliabu Barat terjadi pemukulan terhadap Saksi Pemohon yaitu Risal Soamole oleh Kepala Desa Holbota yaitu Rudin Soale, dan TPS 1 Desa Tabona yaitu terhadap saksi Pemohon bernama Erwin Lajoni oleh Kaur Pemerintahan Desa Tabona yaitu Yahya Nader Wambes. Bahwa kejadian pengancaman ini juga terjadi hampir diseluruh TPS Kabupaten Pulau Taliabu, namun saksi-saksi pemohon tidak berani untuk. melaporkannya kepada Panwascam mengingat (tim/brn)

Komentar

Berita Terkini