|

Saksi AGK-YA Minta Bawaslu Tindaklanjut Laporan Kecurangan di Dua Daerah

Aksi desakan terhadap Bawaslu untuk menindaklanjut laporan terkait indikasi kecuranagn di Kepsul dan Kabupaten Pulau Taliabu 
SOFIFI, BRN - Desakan untuk menggelar pemungutan suara susulan di enam sengketa di perbatasan Halhmahera Barat-Halmahera Utara dan penanganan sejumlah kecurangan di 10 Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kabupaten Pulau Talibau terus di suarakan. Ratusan massa aksi yang menggunakan truk dan sound system itu meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara tidak tebang-pilih dalam menindaklanjut setiap laporan pelanggaran yang dilaporkan.

Koordinator lapangan (korlap) Idham Hasan Tomawonge dalam orasinya menyampaikan, sangat menyayangkan sikap penyelengara pemilu yakni Bawaslu dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepsul dan Kabupaten pulau Taliabu yang tidak memproses setiap pelanggaran yang dilaporkan. Saat pencoblosan di 10 Kecamatan di dua Kabupaten yaitu Kepsul dan Kabupaten Pulau Talibau terdapat berbagai kecurangan yang sengaja dilakukan petugas komisi penyelenggara pemungutan suara (KPPS).  

Aksi yang diwarnai pembakaran ban bekas di lokasi bundaran Sofifi, Sabtu (7/7)
“ Di Kabupaten Palau Taliabu terdapat keganjalan, dimana petugas KPPS melakukan pencoblosan surat suara sisa secara keseluruhan ke pasangan AHM-Rivai. Sedangkan surat suara AGK-YA dirusak, ini adalah pelangaran pemilu,” teriak korlap.

“ Selain itu, ada juga pembukaan kotak suara yang tidak sesuai prosedur. Petugas KPPS meminta pemilih memberikan tanda khusus pada surat suara, juga petugas KPPS merusak lebih dari 1 suara, serta lebih dari satu orang menggunakan hak pilih. Ada juga tidak terdaftar di DPT namun ikut coblos,” tandasnya.

Kata dia, kecurangan serupa juga terjadi tempat pemungutan suara (TPS) 2 di desa Malbufa Kecamatan Sanana Utara. Terjadi kesalahan fatal karena sebelum tiba waktu pembukaan kotak suara, namun yang terjadi adalah petugas KPPS di TPS tersebut lebih dulu membuka kotak suara. 

“  Juga ditemukan adanya penggunaan hak pilih lebih dari satu kali di TPS 2 dan TPS 3 Desa Wailau Kecamatan Sanana,” terangnya. (Shl)
Komentar

Berita Terkini