|

KPU Malut Tunda Penetapan Paslon Pemenang

Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo
TERNATE, BRN Maluku Utara merupakan salah satu dari 17 provinsi yang berpartisipasi pada ajang pemilihan gubernur (pilgub) tahun 2018. Beberapa provinsi yang berpartisipasi di pilgub itu sudah rampung melakukan rekapitulasi tingkat provinsi termasuk di Maluku Utara. Namun di Maluku Utara justru menggugat hasil pilgub usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil rekapitulasi dan mengumumkan paslon pemenang.
Kondisi tersebut membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara bakal menunda pentepan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur terpilih yaitu Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai).
Ketua KPU Malut, Syahrani Somadayo mengatakan, ditundanya penetapan ini menyusul paslon Abdul Gani Kasuba – M Al Ali Yasin (AGK-YA) mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). KPU tidak dapat menetapkan paslon terpilih sebelum ada putusan MK. “ Kita masih tunggu putusan MK, karena sudah daftar di MK,” kata Syahrani, Rabu (11/7).
‎Sesuai dengan aturan yang berlaku, kata dia, KPU harus menunggu jadwal pendaftaran gugatan selesai sebelum melakukan pengumuman. “ Kalau tidak ada mendaftar itu tidak apa-apa, tapi kalau ada paslon yang mendaftarkan gugatan sudah pasti KPU harus menunggu keputusan sidang MK selama 14 hari,”  katanya.
Berdasarkan penghitungan KPU Malut, paslon nomor urut 1, AHM-Rivai unggul dengan perolehan 176.993 suara, paslon Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) di posisi kedua dengan perolehan 143.416 suara, AGK-YA diposisi ketiga dengan perolehan 169.123 suara. Sedangkan Muhammad Kasuba-Madjid Husen (MK-Maju) meraih 65.202 suara. Dengan begitu, paslon urut 1 diumumkan sebagai pemenang  pada pilgub Malut tahun ini. (emis)
Komentar

Berita Terkini