|

Kabid Humas : Gembok Pintu Kotak Suara Bertujuan Untuk Berjaga-Jaga

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar 


TERNATE BRN – Kepolisian Daerah Maluku Utara mengklarifikasi tudingan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut berkaitan dengan pintu penyimpangan kotak suara yang digembok polisi.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Malut  AKBP Hendri Badar menyatakan apakah yang dilakukan aparat kepolisian merupakan langkah preventif untuk menjaga dokumen hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Malut Tahun 2018.

“ Jadi tudingan KPU itu tidak mendasar, jika ada dokumen yang hilang atau kotak suara dicuri pasti pihak kepolisian yang disalahkan, jadi pada prinsipnya kita mengembok pintu ruangan demi menjaga keaslian dokumen yang di dalam kotak, apalagi Pilkada Malut saat ini masih sangketa di Mahkamah Konstitusi, kita gembok pintunya sehari-hari anggota KPU tahu, kok tiba-tiba kita disalahkan. Inikah aneh,” tegasnya.

Karena ini sangketa, aparat kepolisian wajib mengamankan, mengawal dan mengawasi semua dokumen yang dijadikan bukti-bukti di persidangan, katanya kepada reporter brindonews.com Sabtu (28/07/2018).
  
Lanjut Hendri, alasan kenapa polda belum dibuka gembok karena menunggu hingga semua saksi psangan calon hadir. “ sampai malam ini kami tetap menunggu saksi ke empat pasangan calon baru gembok bisa dibuka untuk disaksikan bersamaan.

Selain itu juga hal ini untuk menjaga-jaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kotak suara, sebab jangan sampai polisi disalahkan.” Kami melakukan hal ini jangan samapi kami disalhkan nanti”.

Intinya kami tetap menunggu kedatangan saksi empat palson sehingga tidak ada yang saling menyalahkan antara satu dan lainya, ungkap  (Shl/red)

Komentar

Berita Terkini