|

Dua Kali Coblos, Kades Yayasan Mendekam di Sel Tahanan

Ilustrasi para pelaku/tersangka saat berada dibalik jeruji besi 
MOROTAI, BRN – Kepala desa (Kades) desa Yayasan Kecamatan Morotai Selatan, Fadli Dano Masud resmi ditahan di Polres Pulau Morotai, Selasa (10/7). Fadli ditahan lantaran melakukan tindak pidana pemuli, yaitu melakukan pencoblosan dua kali di tempat pemungutan suara (TPS) yang berbeda pada hari H pencoblosan pilgub 27 Juni 2018 berapa waktu lalu.

Sebelumnya, kasus yang ditangani panitia pengawas pemilu (Panwaslu) melalui Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) itu diserahkan penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Morotai karena dianggap memenuhi unsur pelanggaran. “ Kades Yayasan sudah ditahan ditahan dengan tuduhan melakukan tindak pidana Pemilu. Penahanannya terhitung hari ini,” kata  Kasat Reskrim Polres Morotai Iptu M Ikbal.

Kata Iptu Ikbal, setelah pelimpahan dari Panwaslu ke penyidik, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya, penyidik langsung menetapkan tersangka bahkan langsung melakukan penahanan terhadap pelaku. “ Saat ini kasusnya sudah dalam tahap sidik dan sedang ditangani oleh kepolisian,” imbuhnya.

Dalam kasus itu lanjut Ikbal, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, sedangkan untuk perkembangan terakhir, penyidik lagi mempersiapkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan. “ Kalau tidak salah,  sekitar 3 saksi sudah diperiksa dan kami saat ini sedang melengkapi berkas setelah itu kami limpahkan ke kejaksaan,” tegas Ikbal.

Untuk diketahui,  Kades Yayasan melakukan pencoblosan sebanyak dua kali di TPS yang berbeda yakni di TPS 1 dan TPS 2 di Desa Yayasan. Akibat dari tindakan itu, Kades Yayasan terpaksa dilaporkan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) ke Panwaslu untuk diproses hukum. Setelah cukup bukti, Panwaslu lalu melimpahkan kasus tersebut ke Aparat Kepolisian dan selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. (Fix)
Komentar

Berita Terkini