|

Diduga Pungli Dana Jasa Medis, Dinkes dan Puskesmas Saling Lempar Tanggungjawab

Ilustrasi Hasil Dari Pungutan Liar 


MOROTAI, BRN - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)  Daruba dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Pulau Morotai nampaknya saling lempar tanggungjawab terkait dugaan Pungutan Liar (Pungli) dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan dana jasa medis dipotong seni 20 persen.

Hal ini dapat terlihat,  dimana sebelumnya sejumlah pegawai di Puskesmas Daruba mengakui, bahwa Dana BOK dan dana jasa medis setiap tahun nilainya sebesar Rp 200 hingga 300 juta dipotong oleh Kepala Puskesmas Daruba,  dr Diana dan Kandinkes,  Viktor Palembong. Sebelumnya dr Diana telah membantah tidak pernah melakukan pemotongan dana jasa medis dan BOK.

Yang terbaru Kadinkes, Viktor Palembong juga senada dengan dr Diana,  tapi Kadinkes menyebut, persoalan pemotongan dana tersebut dipotong atau tidak itu kewenangan Puskesmas Daruba.  "Jadi dana BOK itu langsung dari pusat dan langsung ditranfer ke rekening Puskesmas, laporan penggunaan pertanggungjawabannya baru diserahkan ke Dinkes, "ucap Viktor, Rabu (24/7/2018).

Sebagaimana diketahui, sejumlah tenaga kerja sehatan di Puskesmas Daruba mengaku hak mereka,  yakni  dana jasa medis dan non medis potong sebesar Rp 2,5 juta/orang, anehnya lagi terdapat sejumlah staf yang sudah tidak lagi bertugas di Puskesmas Daruba, namun nama dan tandatangan mereka ada dalam setiap kali permintaan anggaran tersebut. "Jadi ada sekitar 3 sampai 4 orang tenaga medis dan Non Medis yang tidak pernah terima dana Jasa medis termasuk saya, tapi nama dan tandatangan kami ada dalam dokumen laporan pertanggungjawaban, ini kan aneh,"ungkap salah satu mantan pegawai Puskmeas.  (Fix/red)

Komentar

Berita Terkini