|

Bakar Muhammad : Saya Bangga Jadi Wasit Nasional



TERNATE, BRN - Sudah bukan rahasia umum lagi, menjadi seorang anggota TNI, secara garis besar tugasnya adalah menajaga keamanan negara. Meski begitu, satu nama yaitu Bakar Muhammad yang notabanenya anggota TNI Angkatan Laut di Ternate ini membuat batalionnya bangga. Betapa tidak, pria kelahiran Tidore, 1 Mei 1974 ini mengarumkan nama Maluku Utara di kanca Nasional lantaran dipercaya wasit nasional. 

Kepada media ini, ia mengaku sudah tertatik dengan sepakbola sejak berusia dini. Ditahun 2000 silam, dia dipercaya memperkuat team Persatuan Sepakbola Angkatan Laut (PSAL) Lanal Ternate. Ditahun 2000-2005, dia ajak mengikuti kursus khusus wasit C-3.  Dia dinobatkan wasit nasional setelah lulus kursus wasit sepakbola C-1 Nasional di tahun 2006. 

Semenjak menjadi wasit C-1, ia kemudian ditugaskan di devisi 3 dan divisi utama hingga naik ke level liga. “ Selain menjadi anggota militer, saya juga berprofesi menjadi seorang wasit. Di tahun 2006, saya sudah menjadi wasit Nasional hingga sekarang,” ujar  pria yang berpangkat Pelda di TNI AL itu, Rabu (24/7).

Tak hanya itu, dia jua mengaku di Malut terdapat banyak pemimpim pertandingan atau wasit. Namun jarang melanjutkan ke jenjang Nasional. Bahkan banyak yang belum berhasil ketika mengikuti kursus wasit C-1. “ Untuk Kota Ternate baru saya sendiri yang membawa nama Maluku Utara,” ujarnya bapak dua anak ini.

Dirinya mengatakan, beberapa kali ia dipercayakan memimpin pertandingan besar. Ia di percayakan menjadi wasit di Ambon Provinsi Maluku pada 23 Juni lalu. Kemudian kembali  dipercaya menjadi  wasit di liga I Indonesia saat Mitra Kukar menjamu Arema Malang (Arema) pada 27 Juni 2018. 

“ Karena tiap turnamen di tiap tahun kan banyak, selama turnamen saya bertugas terus, usai itu saya kembali menjalankan tugas seperti biasa menjadi anggota militer. Saat itu Mitra Kukar Vs Arema disiarkan langsung (live) di Indosiar,” kisahnya. 

Menjadi wasit bukan pekerjaan mudah. Pekerjaan yang satu ini kerapkali dipenuhi tantangan. Namun berkat keihklasan, kemauan dan hobi semua itu berjalan aman dan lancar. Bapak dua anak ini juga mengaku, di Malut sangat banyak berprofesi wasit. Namun minimnya kemuan serta  kurangannya semangat sehingga sumber daya wasit semakin minim ke bersaing di kanca Nasional. 

“ Justru diusia saya tidak muda lagi, tapi memiliki  semangat juang yang tinggi. Dengan semangat bersaing dengan seluruh wasit yang ada di Indonesia, dan setiap tahun kami selalu di tes, apabila masih layak sudah tentu dipercayakan memimpin pertandingan,” lanjutnya. 

Terpisah, Danlanal Ternate, Letkol Wisnu Kusaridiyanto sangat mengapresiasi terhadap anggotanya bisa berprestasi di luar bidang militer. “ Selaku komandan Lanal Ternate sangat mendukung dan mengapresiasi, dan ini merupakan sebuah kebanggaan,” akui Danlanal. 

Kata dia, keberhasil Bakar Muhammad di bidang wasit merupakan sinergitas antara TNI dengan masyarakat. Seorang TNI harus solidaya di bidang militer, dan bisa bergiat non-bidang militer seperti wasit dan lainnya, karena ini sesuai motto TNI yaitu ‘dari rakyat untuk rakyat’. (Shl)
Komentar

Berita Terkini