|

10 Kecamatan di Kepsul Syarat Pelanggaran

Fahrudin: PSU Dilakukan Karena Berbagai Alasan
Jumpa Pers: Fahrudin saat menyampaikan bobotan pelanggaran di Kepsul
TERNATE, BRN - Setiap pelaksanaan pemilu, baik pemilihan umum daerah, legislatif ataupun presiden biasanya rawan pelanggaran atau kecurangan. Di Maluku Utara, terdapat 10 Kecamatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) disinyalir melakukan kecurangan. Itu menyusul petugas KPPS di tempat pemungutan suara (TPS) 1 dan TPS 2 desa Wai-ina tidak mebawa serta TPS saat mendatangi pemilih yang lagi sakit. Petugas KPPS diduga melanggar mekanisme pemungutan suara sebagaimana tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomou 8 tahun 2018 karena tidak membawa serta TPS saat mendatangi pemilih yang sakit.

“ Ini jelas-jelas bertentangan dengan PKPU nomor 8 tahun 2018,” ungkap Tim hukum AGK-YA, Fahruddin Maloko dalam konferensi persnya di posko AGK-YA Keluaran Dufa-dufa, Jumat (6/7).

Tak hanya, dugaan pelanggaran juga terjadi di TPS 2 desa Malbufa Kecamatan Sanana Utara. Dimana sebelum tiba waktu dibukanya TPS, namun petugas KPPS di TPS itu lebih membuka dan melakukan  perhitungan suara lebih cepat sebelumnya waktu perhitungan suara dimulai. Kejadian serupa terjadi di TPS 2 dan TPS 3 desa Waliau kecamatan Sanana. Di TPS ini pemilih menggunakan hak pilihnya lebih dari satu alias dua kali nyoblos akibat kurangnya keseriusan petugas KPPS setempat. Selain itu, perbedaan tingkat kecamatan melalui form DA1 KWK dan fom C1 KWK terdapat selisih hingga pada 27 suara.

“ Kotak suaranya sebelum waktu dibuka, mereka lebih dulu membuka pada pukul 11:00 WIT. Artinya ini juga melanggar PKPU nomor 8 tahun 2018. Terdapat dugaan pelanggaran di TPS 2 Kecamatan Mangoli Barat,” terang Fahruddin

Lebih parah lagi kata dia, terjadi di TPS 2 desa Bajo Kecamatan Sanana Utara. Dimana petugas KPPS meminta kepada pemilih untuk memberi tanda (kroscek) pada surat suara. Berdasarkan PKPU nomor 8 tahun 2018 pasal 59 ayat 2 poin (a), (b), (c), (d), dan (e) dan sejumlah pelanggaran pada pungutan suara sehingga proses pemungutan suara ulang (PSU) dapat dilakukan.

Dia mengakatan, pemungutan suara ulang atau PSU di Kepsul dilakukan karena berbagai alasan, yakni terdapat pembukaan kotak suara tidak sesuai prosedur, petugas KPPS meminta pemilih memberikan tanda khusus, dan petugas KPPS merusak lebih dari satu suara. Ditambah lagi ada yang menggunakan hak pilih lebih dari satu, juga pemilih yang tidak terdaftar sebagai DPT namun ikut memilih. ,” tandasnya.

Diketahui, 10 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sanana, Mangoli Tengah, Mangoli Selatan, Mangoli Utara, Mangoli Barat, Mangoli Timur, Sulabesi Selatan, Sulabesi Tengah, Sulabesi Utara, dan Sulabesi Barat. (Mal)
Komentar

Berita Terkini