|

Serahkan BB Ke KSDA, Empat Pelaku Penyulundupan Terancam 5 Tahun Penjara

SELUNDUP: Empat pelaku beserta barang bukti yang diamankan Polairud Polda Malut

TERNATE, BRN - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Maluku Utara (Malut) menyerahkan barang bukti (BB) ke kantor  Balai Konservasi Sumber daya alam (KSDA) Maluku wilayah Ternate, Sabtu (2/6).  Barang bukti tersebut setelah dilakukan penangkapan penyelundupan satwa lindung dari daerah Halmahera Selatan (Halsel) menuju Filipina pada Jumat (1/6/2018) kemarin. Hhal ini disampaikan  Dit polairud Polda Malut, Kombespol Arif Budi Winofa.

Kombespol Arif Budi Winofa mengatakan, hewan-hewan di lindungi itu terdiri dari 28 ekor kera, 21 ekor kura-kura, 18 ekor burung Kaka tua putih, delapan ekor burung Nuri Bayan Hijau, dan lima ekor burung Nuri merah. Penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari informasi warga yang menyebutkan ada satwa lindung yang hedak diselundupkan melalui perairan Halmahera Selatan menuju Filipina.   

“ Penyulundupan itu digagalkan Polairud Loloda di perairan Halsel,” ungkap Arif kepada wartawan usai penyerrahan barang bukti di kantor KSDA.

Penangkapan tersebut kata Arif, pihaknya masih terus menyelidiki siapa/aktor di balik pemesan puluhan satwa tersebut. Keempat terduga pelaku penyelundupan satwa lindung ini melanggar pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 huruf a dan huruf c undang-undang (UU) nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem supsider pasal 323 ayat 1 undang-undang  nomor 17 tahun 2008 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda senilai Rp 100 juta.

“ Dari hasil penangkapan tersebut, anggota Dit polairud mengamankan empat orang yang terduga pelaku penyelundupan dengan inisial AK, YK, MY, dan S,” tutur Arif

Dalam penyerahan barang bukti itu dihadiri Kepala Kantor BKSDA Kota Ternate beserta Staf, Komandan KP.Gamalama XXX-3002, Personil Subdit Gakkum. (shl)
Komentar

Berita Terkini