|

Ribuan Warga Ternate Berpotensi Golput di Pilgub Malut

Sedikit 19 ribu warga Kota Ternate terancam kehilangan hak pilih pada pilgub tahun ini karena tidak termasuk di DP4
TERNATE, BRN - Sedikitnya 19 ribu warga Kota Ternate terancam kehilangan hak pilih dalam Pilgub Maluku Utara tahun ini. Mereka diketahui tidak termasuk Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Jika tidak tertangani dengan segera, tingkat partisipasi Pilgub Malut sudah barang tentu akan merosot. Puluhan ribu warga akan menjadi golongan putih (golput) secara teknis.

Hal ini diketahui dari hasil pengecekan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate terhadap 36 ribu warga sebagaimana usulan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ternate ke Bawaslu Malut untuk meminta KPU Kota Ternate melakukan pleno ulang Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin mengaku sudah menindak lanjuti usulan dari Dukcapil terkait 36 ribu warga yang dianggap belum masuk sebagai DPT. Dari hasil konfirmasi KPU dan Dukcapil terdapat perbandingan data.

“ Dari penyampaian KPU terdapat 14 ribu warga tidak memenuhi syarat (TMS), 1.400 sudah terdaftar di DPT dan 19 ribu warga yang tidak termasuk di DP4 dari 36 warga yang diusulkan Dukcapil,” ujar Muksin di ruang kerjanya, Kamis (21/6/2018).

Muksin mengatakan, dari laporan Dukcapil ke Bawaslu terdapat 3 (tiga) permasalahan yaitu data Dukcapil sekitar 36 ribu warga yang belum masuk DPT, 1000 data ganda pemilih, dan potensi pengguna hak pilih yang mendaftar ulang sebanyak 5 ribu orang. Data ganda pemilih tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk dikroscek dilapangan. “ Setelah Panwas Kabupaten/Kota mengecek ternyata pemilih ganda itu benar adanya. KPU kemudian menginstruksikan jajaran PPS untuk memfaktualkan, misalnya ada ganda di 2 TPS apakah itu TPS 1 atau TPS 2, kemudian yang bersangkutan di cek untuk diberikan tanda (contreng) untuk mengantispasi tidak terjadi ganda pada saat hari H nanti,” bebernya. (emis)
Komentar

Berita Terkini