|

Pemkab Morotai Bersikeras Gunakan APDB Fiktif

Abubakar R. Rajak 

MOROTAI, BRN - Kendati Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk tahun anggaran 2018 Pemkab Pulau Morotai terdapat ada tandatangan palsu dalam dokumen APBD, akan tetapi tidak mengurungkan niat Pemkab menggunakan anggaran pendapatn daerah itu. Terbukti, dimana Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Morotai, Abubakar R Rajak mengakui bahwa penyerapan anggaran untuk proyek pembangunan fisik sudah mencapai 30 persen. "Terhitung Januari-Juni penyerapan anggarannya sudah sekitar 20-30 persen,” katanya kepada kepada media ini, Senin (4/6/2018).

Dia menjelaskan, dari sejumlah proyek yang bersumber dari APBD 2018 baru satu proyek yang tuntas dikerjakan, sementara sisanya dalam proses pekerjaan. " Proyek yang belum tuntas dikerjakan itu tidak ada masalah, karena waktun atau kalender proyeknya masih lama," cetusnya.

Disinggung terkait pembangunan Mesjid Raya, abubakar mengaku pihaknya suah menganggarkan tapi belum dapat dibangun karena lokasinya masih menjadi tarik menarik. " Jadi anggaran tahap pertama untuk pembangunan Mesjid sekitar Rp  2 Milyar lebih bersumber dari DAU hanya untuk pembangunan fondasi dan tiang masjid. Jika lokasinya sudah ditentukan, kami akan segera bangun karena anggarannya sudah ada," terangnya. 

Sekedar diketahui, sebelumnya pakar hukum Tata Negara, Margarito Kamis juga menyoroti kasus pemalsuan dokumen APBD Morotai. Margarito dengan tegas menyebut  APBD Morotai tidak bisa digunakan karena tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. (Fix)
Komentar

Berita Terkini