|

Panik DenganTemuan BPK, Sekda Morotai Adakan Rapat Dadakan

Suasana Rapat Berasama Sekda Morotai dan SKPD 



MOROTAI,BRN - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pulau Morotai, Muhammad M. Kharie nampaknya panik dengan adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kendati tidak mengetahui secara pasti temuan BPK tersebut, namun mantan Kadis Perhubungan Morotai ini terlihat panik, karena usai menggelar apel gabungan, Senin (07/05) di depan halaman kantor Bupati, orang nomor tiga di Pemkab Pulau Morotai sontak menggelar rapat mendadak dengan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

Rapat yang berlangsung di kantor Bupati itu membahas temuan BPK. Karena BPK hanya memberikan tenggang waktu pengembalian di tanggal 16 Mei 2018. Dalam rapat tersebut tidak hanya membahas temuan BPK, tapi juga membahas tugas pokok dan tanggung jawab para pimpinan SKPD. 
       
Tidak hanya membahas persoalan yang disebut diatas, tapi persoalan seperti, pengadaan obat-obatan pada Dinas Kesehatan yang nilainya yang dianggap nilainya cukup besar, sayangnya obat-obatan itu tidak distribusikan tapi hanya ditampung di gudang, persediaan brankas SKPD, Perjalanan Dinas pada kantor SKPD di mana standar biaya masukkan untuk perjalanan dinas turun sangat signifikan dari 19 juta ke 14 juta, denda keterlambatan anggaran pada Dinas Pendidikan, sertifikat tanah gratis bagi masyarakat yang tidak mampu, TKD yang berhasil dalam tes, penempatan dan cara perhitungan serta pembayaran hak-hak TKD dan Dinas kelengkapan fasilitas wisata dan anggaran Dinas Pariwisata juga ikut dibahas dalam rapat dadakan itu.

"Temuan BPK kita hanya diberikan waktu antara tanggal 14 sampai dengan 16 Mei, untuk itu pimpinan SKPD diharapkan dapat bertemu dengan pihak BPK di Malut antara tanggal tersebut untuk menyelesaikan persoalan yang dimaksud, "ucap Sekda, Muhamad M. Kharie dalam rapat tersebut. 

"Sampai sekarang tindak lanjut kita masih berkisar 30 persen minimalnya harus 75 persen. Oleh karena itu, hal-hal ini perlu diseriusi oleh para pimpinan SKPD untuk mengejar opini WTP, "tutupnya. (Fix/red)

Komentar

Berita Terkini