|

KPU Siap Hadapi King Faisal di Bawaslu

Syahrani Somadayo 
TERNATE, BRN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara menyatakan siap menghadapi gugatan King Faisal Soleman ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) atas dugaan pelanggaran administrasi pemilu. Hal ini disampaikan ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, Senin (7/5/2018).

Sebelumnya, King Faisal Soleman digugurkan KPU pada seleksi berkas syarat dukungan bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI belum lama ini. KPU menemukan ketidak sama antara berkas softcopy yang diupload di aplikasi Sistem Informasi Politik Peserta Pemilu (SIPPP) dan berkas hardcopy yang dibawa pada saat melakukan pendaftaran. Dimana syarat dukungan softcopy yang diajukan King Faisal terdapat 1.077 dukungan, namun dalam hardcopy hanya sebanyak 969 e-KTP.

Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo mengatakan, gugatan tersebut terkait tidak lolosnya King Faisal sebagai bakal calon DPD RI yang digelar pada 2019 mendatang. KPU sendiri tentu siap menghadapi gugatan King Faisal ke Bawaslu. “ Harus siap, karena apa yang sudah dikerjakan harus di pertanggungjawabkan,” kata Syahrani.

Syahrani menegaskan, KPU siap menunjukkan sejumlah bukti penyebab gagalnya langkah King Faisal ke DPD RI. Gagalnya King Faisal karena terdapat perbandingan syarat dukungan softcopy dan hardcopy. “ Karena ada selisih berkas yang diupload ke aplikasi dan berkas berupa tanda tangan dan e-KTP,” ujarnya.   

Menurutnya, pembatalan pencalonan bisa terjadi apabila terdapat perbandingan syarat dukungan berkas percalonan. Data atau berkas yang dikirm ke aplikasi harus sama dengan berkas hardcopy berupa tanda tangan dan dukungan e-KTP.

Alasan KPU menggugurkan King Faisal Soleman sebagai peserta senator ini lantaran ada perbandingan data softcopy dan hardcoopy. Perbandingan ini KPU kemudian menggurkan King Faisal. “ Keduanya harus sama, tidak boleh beda-beda,” tututnya. (emis/red)
Komentar

Berita Terkini