|

KPPS Tanah Tinggi Terancam Dipecat, Ini Penjelasnnya ?

Rusly Saraha

TERNATE, BRN – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Ternate, Senin (7/5) memeriksa ketua panitia pemungutan suara (KPPS) Kelurahan Tanah Tinggi, Hariyanto Rombow. Pemeriksaan terhadap Hariyanto karena diduga tidak bersikap netral saat menghadiri kampanye pasangan calon (paslon) nomor pemilihan dua Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) di Kelurahan Tanah Tinggi Ternate Selatan pada Sabtu (5/5) malam kemarin.

Ketua Panwaslu Kota Ternate Rusly Saraha dikonfirmasi mengakatan, alasan panwaslu memanggil yang bersangkutan dikarenakan tidak bersikap netral. Surat panggilan serupa juga dilayangkan kepada lurah Tanah Tinggi namun lurah mangkir pada panggilan pertama. Keduanya dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dengan mengangkat simbol salam dua jari saat berjoget dengan Burhan Abdurahman.

“ Ketidak netralan itu Panwaslu langsung melayangkan surat panggilan di keesokan harinya. Namun yang hadir baru Hariyanto, sedangakan lurah tidak hadir alias mangkir dari panggilan,” kata Rusli, Selasa (8/5).

Rusli mengaku, dalam kampanye itu terlihat ketua PPS berada dalam kerumunan pendukung Bur-Jadi dan menyanyikan lagu kampanye pasangan yang diusung 6 partai politik tersebut. Dari hasil pemeriksaan ketua PPS mengaku kehadirannya sebagai kapasitas ketua RW setempat. “ Saat di klarifikasi, ketua PPS mengantakan kalau dia  diundang dengan kapasitas sebagai ketua RW,” ungkap Rusli.

Meski dirinya beralasan demikian, akan tetapi Panwaslu menilai yang bersangkutan tidak bersikap netral. Sebab kehadirannya saat itu dalam konteks politis. Rusli mengaku, terkait hasil klarifikasi dan putusan sanksi belum bisa diputuskan karena untuk sementara ini dibahas secara internal. Jika dalam pemerikasaan yang bersangkutan secara sah terbukti bersalah, sudah pasti dipecat dari jabatannya sebagai ketua PPS.

“ Kita lihat dulu amar putusannya, apakah sanksi ringan atau sanksi berat. Jika sanksi berat, sudah pasti dipacat,” tegasnya. (emis)
Komentar

Berita Terkini