|

Kabag Risalah Dekot Terrnate Diperiksa Bawaslu

Aslan Hasan

TERNATE, BRN – Kepala bagian (Kabag) Risalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kota Ternate, Firdaus A Ismail diperiksa Baddan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pronvisi Maluku Utara, Jumat (4/5). Panggilan dan pemeriksaan Firdaus terkait postingannya mengacungkan salam dua jari di akun facebook bertepatan dengan perayaan hari pendidikan nasional (Hardinas) pada 2 Mei 2018 lalu.

Devisi hukum Bawaslu Malut Aslan Hasan mengungkapkan, terkait postingan yang diposting tersebut diduga sebagai simbol dukungan terhadap paslon nomor urut 2 Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaluddin (BUR-JADI). Selaku pengawas pemilu tentu Bawaslu punya hak meminta klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

“ Bawaslu tetap menjalankan tugasnya dan yang bersangkutan tetap diperiksa dan meminta informasi-informasi sesuai kepentingan klarifikasi,” ujar aslan ditemui di ruang kerja usai pemeriksaan.  

Bawaslu sendiri sudah menyampaikan sejumlah hal yang ingin diketahui dari yang bersangkutan termasuk maksud dari postingan yang dilakukan Kabag Risalah tersebut. Makna dan gestur dari tubuh mengacungkan simbol dua jari diduga lebih mengarah pada netralitas daripada seorang aparatur sipil negara (ASN).

Aslan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan klarifikasi terhadap yang bersangkutan, maksud dari postingan yang posting itu sebagai tanda perayaan Hardiknas yang mana bertepatan dengan tangal 2 Mei. Dalamm keterangannya, yang bersangkutan tak bermaksud mendukung salah satu paslon.   

“ Dari keterangannya disebutkan terkait simbol dua jari yang diacungkan itu karena saat itu suasananya Hardiknas bukan memberikkan dukungan pada paslon tertentu,” kata Aslan

Menurut Aslan, prinsipnya semua orang punya Alibi (alasan) tersendiri. Namun hal itu merupakan jawaban subjektifitas dari yang bersangkutan, akan tetapi Bawaslu tetap mengkaji dan melihat dimensinya serta melihat konteks kemudian menghubungkan dengan ketentuan yang ada. Dimana, deretan-deretan status postingan sebelumnya juga menunjukan indikasi-indikasi ketidak netralan seperti postingan dua kali lebih baik  dan postingan lain yang mengarah pada soal dukungan.

“ Terkait postingan sudah dilakukan klarifikasi, selanjutnya dilihat apakah ada masuk pada ranah netral atau tidak.  Kalaupun itu diperlukan tambahan saksi, Bawaslu tetap memanggil untuk diperiksa,” ujarnya.

Kata Aslan, jika dalam pemeriksaan tersebut dianggap cukup bukti, Bawaslu akan membuat kajian guna merekomendasikan yang bersangkutan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

“ Jika dalam ikajian itu terbukti, Bawaslu akan plenokan untuk dibawa ke KASN. Namun kalau dalam kajiannya tidak terbukti, maka akan dihentikan, akan tetapi itu masih ada tahap tela’ah dan kajian,” imbuhnya. (Ind/red)
Komentar

Berita Terkini