|

Debat Publik Pertama Pilgub Malut Berlangsung Alot

Ilustrasi debat kandidat

TERNATE, BRN -  Debat publik pertama pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara di hotel Grand Dafam berlangsung alot. Alasanya, keempat calon kepala daerah itu tampak aktif dan mepertahankan argumen masing-masing. Hal ini terlihat pada segmen tanya jawab terhadap pertanyaan yang diajukan panelis baik dari sektor pendidikan, pertanian, birokrasi, sosial dan budaya.

Dari pantauan repoter brindonews.com, debat yang dilangsungkan di hotel Grand Dafam dan dipandu Siti Barora Sinay SH MH terlihat pasangan calon (paslon) Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) dan paslon nomor urut 3, Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali (AGK-YA) nampak tidak mau kalah menjawab, memberikan tanggapan setiap pertanyaan yang siapkan tim penyusun atau panelis. Kondisi serupa terjadi pada paslon nomor urut 2 Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) dan paslon nomor urut 4 Muhammad Kasuba-Abdul Madjid Husen (MK-Maju).

Seperti visi-misi AHM-Rivai yaitu “Dari Pesisir Membangun Maluku Utara, Untuk Kesejahteraan dan Kemajuan Pembangunan Daerah”. Menurut AHM-Rivai, pembangunan dimulai dari pesisir diyakini mampu membawa dan merubah wajah Maluku Utara untuk lebih baik. Komoditi baik itu kelapa, pala, dan cengkeh harus dibiatkan industri agar dapat menunjang pendapatan masyarakat. “ Harus ada industri. Sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh soal harga,” ujar AHM saat menjawab pertanyaan panelis.

Menanggapi hal tersebut, kubu AGK-YA menyebutkan, peluang pertanian khususnya di Maluku Utara masih terbuka lebar. Peluang pertanian tentu juga ditunjang dengan ilmu pengetahuan, sehingga rasio antara pertanian dan nilai jual hasil pertanian bisa dijadikan komoditi utama dalam menunjang perekomonian kerakyatan. “Harus ada ilmu pengetahuan,” ujar AGK. (emis/red)

Komentar

Berita Terkini