|

Bansos Rastra Kelurahan Sangaji Dinilai Amburadul

Ilustrasi warga pemerima bantuan  

TERNATE, BRN - Penyaluran Batuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) periode Januari-Maret 2018 kelurahan Sangaji Kota Ternate dinilai amburadul dan pilih kasih. Itu menyusul Bansos Rastra menuai protes dari masyarakat setempat.

Amina (33) salah satu warga Kelurahan Sangaji Selatan mengaku, kurang lebih sudah 10 tahun terakhir ini dirinya selalu mendapatkan bantuan beras dari pemerintah Kelurahan Sangaji. Namun di periode Januari-Maret 2018 keluarganya sudah tidak lagi mendapat bantuan tersebut. Alasan karena namanya tidak terdaftar di Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara.

“Tahun-tahun sebelumnya kami selalu menerima, tapi kenapa tahun ini tidak lagi,” tanya Tuti saat disembangi di kediamannya, Jumat (25/5/2018).

Menurutnya, berdasarkan keterangan pemerintah kelurahan bahwa nama-nama yang mendapatkan bantuan periode 4 bulan pada tahun 2018 ini terdiri 55 Kepala Keluarga (KK). Dan itu sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS)  tahun 2010. Dari 55 KK tersebut masing-masing menerima 4 karung (40 kg), namun yang terjadi dilapangan tidak sesuai karena per  KK hanya menerima 2 karung beras ukuran 10 Kg.

“ Ini berarti ada kegajalan dilapangan sebanyak 110 karung yang tidak dibagikan ke masyarakat. Artinya, secara tidak langsung pihak kelurahan sudah memotong hak per orangnya sebanyak 2 karung beras yang seharusnya masyarakat berhak mendapatkan bantuan itu. Dengan demikian, sisa bantuannya dikemanakan,” bebernya.

Dia juga mempertanyakan kebijakan pihak keluarahan dimana masih menggunakan data BPS tahun 2010. Sebab, jika data yang digunakan itu tahun 2010 tentu kebijakan ini sangatlah tidak efektif. Menurutnya, pemerintah kelurahan tidak bisa mengacu pada data yang lama, karena mungkin saja ada masyarakat yang sudah pindah domisili dan ada juga yang sudah meninggal dunia. “ Harus kelurahan menggunakan data terbaru, karena mungkin saja ada yang sudah pindah domisili dan meninggal dunia,” pungkasnya.
 
Kata dia, ini bukan persoalan dapat atau tidak dapat. Akan tetapi ini terkait pelayanan publik yang bilamana harus diatur secara baik pihak kelurahan agar kedepannya tidak lagi terjadi masaalah amburadul seperti ini. Ia berharap ada respon dari pemerintah Kota Ternate sehingga tidak berimbas pada periode-periore yang akan datang.

“ Kepada pihak Pelaksana Tugas (Plt) Kota Ternate agar memberi teguran keras kepada pemerintah kelurahan Sangaji agar serius dalam menjalankan tugas, karena pemerintah helurahan Sangaji ini terkesan main-main,” pintanya.

Sementara itu lurah kelurahan Sangaji Suriani A. Darmawan membantah adanya persoalan tersebut. Lurah mengatakan, terkait dengan pembagian Bansos Rastra sudah disama ratakan sesuai dengan porsi masing-masing KK yang berhak menerima jatah bantuan. (Mal/Red).
Komentar

Berita Terkini