|

Anak Dibawah Umur Hiasi Kampanye AHM-Rivai


Sejumlah anak-anak dibawah umur yang mengenakan atribut kampanye paslon AHM-Rivai
TERNATE, BRN – Meski sebelumnya sudah disepakti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, namun tim pasangan calon Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-Rivai) masih saja melibatkan anak di bawah umur pada kampanye akbar yang digelar di Lapangan Perikanan Nusantara Kelurahan Bastiong Ternate Selatan, Sabtu (12/5) sore tadi. Hal itu tampak pada sebuah gambar anak dbawah umur mengenakan atribut kampanye pasangan yang diusung partai Golkar dan PPP itu.

Kondisi tersebut tentu tidak berbanding lurus dengan PKPU nomor 4 dan nomor 10 tahun 2017. Dimana dijelaskan bahwa keterlibatan anak yang berusia di bawa 17 tahun sangat dilarang. Selain PKPU, ada juga Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dimana pelibatan dan penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik dilarang secara tegas. Hal ini bisa dibilang membawa dampak negatif bagi anak. Dampak negatif tersebut disebabkan salah satunya kemampuan anak dalam menyaring atau mem-filter informasi atau setiap aktivitas politik yang dihadapi saat ini.

Amatan reporter media ini di lokasi kampanye, para anak-anak dibawah umur ini tampak lalu-lalang tanpa ada pengawalan orang tua. Anak-anak yang seharusnya masih dalam perlindungan ini dengan terpaksa dilibatkan politik praktis.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Ternate Selatan Ikal Hukum mengatakan, sebelumnya sudah dilakukan pertemuan dan pembahasan antara KPU, Bawaslu, Kepolisian, dan paslon AHM-Rivai. Dalam pertemuan itu disepakati salah satunya tidak dilibatkannya anak-anak dibawah umur pada kampanye akbar.

“ Sudah ada kesepakatan, namun anak-anak masih saja dilibatkan dalam kampanya  terbuka,” kata Ikal dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (12/5) malam tadi sembari menambahkan pihaknya tetap mencari tahu alasan terkait keterlibatan anak-anak pada kampanye akbar AHM-Rivai.  

Ikal menegaskan, Panwas akan melakukan pengkajian terkait keterlibatan anak-anak tersebut. Apakah para anak-anak ini sengaja domobilisasi tim paslon atau tidak. “ Harus ada pengkajian dulu, dan selanjutnya disimpulkan. Apakah itu benar dimobilisasi atau bagaimana ?,” pungkasnya. (Am)
Komentar

Berita Terkini