|

Thamrin: Retribusi Pasar Sudah Sesuai Perda

Kadishub Kota Ternate, Thamrin Alwy
TERNATE, BRN – Retribusi pasar yang diberlakukan di area terminal terhadap warung makan sudah sesuai peraturan daerah (perda), ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ternate, Thamrin Alwy diruang kerjanya, Rabu (11/4/2018).   

Thamrin mengatakan, dilihat dari lahan yang dipakai pedagang sebenarnya tidak layak, karena lahan yang digunakan itu merupakan milik pemerintah.  Namun, langkah atau solusi yang diberikan bisa dibilang memudahkan pedagang. 

“ Pemerintah memberikan pedagang itu seribu rupiah per-meter persegi dikalikan luas lahan yang dipakai”, ujarnya.

Menurutnya, beberapa potensi yang digunakan itu untuk bisa mengimbangi penerimaan. Angka yang didapat dari penggunaan lahan per-meter dikalikan luas lahan yang dipakai pedagang ini nantinya masuk sebagai retribusi pasar. 

“ Cara untuk mengimbangi penerimaan,  kita gunakan instrument. Dimana satu malam dipstok Rp 2000 rupiah,” tuturnya sembari menambahkan, pihaknya belum mengetahui persis berapa luas lahan yang dipakai tiap pedagang. “ Volume yang digunakan tiap pedagang semuanya kita belum tahu, luasnya berapa juga kita belum tahu,” imbuhnya.

Dia juga menyentil soal petugas Dishub yang tidak menggunakan seragam dan penagihan yang tidak sesuai waktu kerja. Kata dia, petugas yang tidak menggunakan seragam dinas saat penagihan itu diberikan id card sebagai pengganti identitas. Sehingga, pedagan bisa membedakan mana petugas Dishub dan petugas Kebersihan, dan petugas dari dinas pendapatan daerah (Dispenda). 

“ Nanti kami tinjau kembali soal penagihan, karena penagihan retribusi untuk area pasar sendiri ada beberapa dinas. Jika ada oknum yang mengatasnakan petugas Dishub dan tidak dilengkapi dengan id card berarti pungutan liar (Pungli),” tandasnya. (Ind/red). 
Komentar

Berita Terkini