|

Kadis Perkim Kota Ternate ‘Alergi’ Wartawan

Risal Marsaoly
TERNATE, BRN – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Ternate, Risal Marsaoly sepertinya takut menemui wartawan untuk menjelasakan alasan pembongkaran posko pasangan calon Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba dan M Al Yasin Ali yang terletak di kawasan benteng orange. Buktinya saat ditemui diruang kerjanya yang bersangkutan enggan merespon dan memilih berdiam di ruangan kerja.

Kedatangan para awak media ini dengan maksud meminta tanggapan terkait rencana Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Ternate membongkar salah satu posko pemengan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) yang berlokasi di benteng Orange Kelurahan Gamalama Ternate Tengah sebagaimana isi surat pemberitahuan Disperkim tentang pemberitahuan pembongkaran posko AGK-YA nomor: 640/194/DPRKPP/2018 pada Selasa 24 April 2018 lalu.

Saat akan ditemui wartawan Senin (30/4/2018), Risal Marsaoly melalui sekretaris pribadinya (sespri) menyebutkan, saat ini kepala dinas belum bisa ditemui karena sedang bersama bawahannya (staf) di ruangan. “ Bos belum bisa ditemui, jadi wartawan tunggu saja. Kalau sudah bisa ditemui baru diberitahu,” ucap sespri. Para wartawan pun menunggu sesuai sesuai dengan disampaikan sespri. 

Berselang 10 menit kemudian, salah satu staf Disperkim menghampiri dan menanyakan maksud serta tujuan kedatangan wartawan di kantor Disperkim. Mendengar pertanyaan tersebut, para wartawan menjelaskan maksud dan tujuannya. Setelah mendapat penjelasan, staf itu kemudian mengarahkan wartawan bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan, Permukiman dan Pengendalian Kawasan guna dimintai keterangan. 

“ Ngoni (wartawan) wawancara Pak Mus saja, karena surat pemberitahuan itu Pak Mus yang tanda tangan,” ujarnya.

Wartawanpun lantas menemui Kabid. Saat akan dimintai keterangan, Kabid membenarkan surat pemberitahauan tersebut ditanda tangani olehnya. “ Memang saya yang tanda tangan, namun yang berkewenangan memberikan komentar adalah pucuk pimpinan. Karena saya hanya melanjutkan instruksi kepala dinas,” tandasnya.  

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana Disperkim tesebut menuai protes dari Aliansi Anak Negeri Maluku Utara. Dimana dalam surat penolakan Aliansi Anak Negeri Malut disebutkan, langkah pemerintah Kota Ternate dalam hal ini Disperkim dianggap provokatif kalau hanya membongkar baliho atau posko miliki AGK-YA. Padahal keberadaan posko tersebut sama sekali tidak mengganggu ataupun mengurangi daripada estetika benteng Orange. Sementara, baliho paslon nomor urut 2 yaitu Burhan Abdurahman dan Ishak Jamaludin (Bur-Jadi) terpasang di sejumlah ruang publik seperti taman Taboko namun dibiarkan begitu saja. (emis/red)

Komentar

Berita Terkini