|

Tak Transparan Rekrut Perangkat Desa, Bupati Morotai Diminta Copot Kades Lusuo dan Bendaharanya

Kades Lusuo, Tamrin Lusuo


MOROTAI, BRN - Sejumlah masyarakat Lusuo, Kecamatan Morotai Utara (Morut) meminta Bupati Benny Laos mengevaluasi kinerja Kepala Desa (Kades) Lusuo, Tamrin Seba dan bendaharanya, Udin Seba.

Permintaan evaluasi itu menyusul karrena keduanya dianggap tidak transparans dan menyalahi aturan. Dimana, dalam merekrut tambahan dua perangkat desa yakni Lutfi Seba dan Baidi Besi tidak lain adalah keluarga dekat kades dan bendaharanya. 

Dari informasi yang dihimpun, Lutfi Seba diketahui anak kandung dari bendahara,dan Baidi Besi adalah ipar atau anak menantu dari bendahara.

“Benar perekrutan perangkat Desa wewenangnya Kades, tapi bukan berarti orang yang direkrut itu keluarganya, sementara warga lainnya juga memiliki kemampuan untuk menjadi perangkat Desa. Ini kantor bukan perusahan, sehingga Kades bendahara sesuka hatinya merekrut perangkat Desa yang keduanya inginkan,” ucap salah satu warga Lusuo kepada koran ini menolak  namanya di publikasikan, Jumat (9/03/2018).

Bahkan, Kades yang diketahui kakak kandung dari bendaharanya itu dikabarkan merekrut tambah kedua perangkat Desa tersebut disinyalir tanpa sepengetahuan perangkat Desa lainnya dan warga setempat. Karena kedua nama itu tiba-tiba sudah menjadi perangkat Desa.

Menurutnya, langkah Kades dan bendaharanya merekrut dua perangkat Desa tanpa sepengetahuan perangkat Desa dan warga lainnya patut dicurigai adanya indikasi Kades dan bendaharanya itu memiliki kepentingan terselubung, sehingga Kades dan bendaharanya sengaja merekrut dua perangkat Desa sesuai keinginan keduanya untuk mengamankan kepentingan keduanya.

“Patut dicurigai sebenarnya ada apa sehingga Kades dan bendaharanya merekrut dua perangkat Desa tanpa sepengetahuan siapa pun,” imbuhnya.

Lanjutnya, kedua nama perangkat Desa yang direkrut Kades dan bendaharanya itu sudah lama dilakukan, karena keduanya setiap bulan berjalan telah menerima gaji berulang-ulang kali. Karena perekrutan dua perangkat Desa itu dianggap ilegal, dia meminta Bupati segera menyevaluasi kenerja Kades dan bendaharanya itu untuk memberi efek jerah kepada yang lainnya.

“Bila perlu Kades dan Bendaharanya itu dicopot saja dari jabatannya,” pintanya.

Hingga berita ini dipublish, kades Lusuo dan bendaharanya belum berhasil dikonfirmasi. (Fix/red). 

Komentar

Berita Terkini