|

Sembilan Bulan Upah Kerja ABK Speedboat, DKP dan Disperkim Belum Bayar

foto ilustrasi, Speedboad


TERNATE,BRN – Kurang lebih Sembilan bulan lamanya, upah kerja Anak Buah Kapal (ABK) Speedboad milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) belum juga dibayarkan. 

Sala satu ABK yang enggan namanya disebutkan, saat ditemui di seputaran dermaga Resident, Kota Ternate, Senin (19/3/2018) mengatakan, berulang kali mereka dijanjikan untuk pembayaran upah kerja, namun hingga memasuki Sembilan bulan belum juga dibayarakan tanpa alasan yang jelas. "Kemarin janji tanggal 10 Maret ini, tapi sampai sekarang sudah tanggal 19 Maret ini belum juga dibayar," kata sumber ABK.

Menurutnya, gaji yang belum dibayarkan itu sudah dipangkas oleh pihak dinas terkait sejak  awal 2017. Semula Rp 1.750.000 per bulan, dipangkas menjadi Rp 1.000.000 per bulan. " Sebelumnya upah kerja dihitung Rp 1.750.000 per satu bulan, itu lancar-lancar saja, tapi sekarang ini sudah dipangkas menjadi Rp 1.000.000, meski begitu system pembayaranya bisa dibilang lambat hingga memasuki Sembilan bulan lamanya" ujarnya.

Para ABK yang menghabisakan waktu siang dan malam bertugas menjaga aset pemerintah itu berharap agar hak-haknya segera dibayarkan oleh dua dinas itu. Sebab hanya itu yang baisa menipang kebutuhan keluarga sehar-hari.

"Tiap hari kami di sini, biar malam pun kami disini, apalagi kalau angin dan hujan. Kami hanya berfikir ini karena tanggung jawab saja, kalau tidak kami sudah tinggalkan aset ini," tuturnya.(Emis/red)
Komentar

Berita Terkini