|

Pemuda Pancasila Sebut Anggota DPRD Morotai Tak Bernyali



Hering Antara Pemuda Pancasila dan Anggota DPRD Morotai
MOROTAI,BRN - Pemuda Pancasila Pulau Morotai sebut lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak bertaring. Ini mengusul terdapat tandangan 20 anggota DPRD yang telah dipalsukan dalam dokumen APBD, sayangnya hanya sebagian kecil anggota DPRD yang melaporkannya ke pihak yang berwajib.

Padahal, kasus pemalsuan dokumen APBD ini sudah mengarah pada insur pidana, ini mengusul didalam dokumen APBD tersebut terdapat tandangan 20 anggota DPRD yang telah dipalsukan.

"Saya heran dengan lembaga DPRD, nama baik mereka telah diinjak-injak, dimana tandangan mereka dipalsukan didalam dokumen APBD  tapi mereka diam saja, "koar Julkifli Samania saat berunjuk rasa didepan kantor DPRD, Rabu (7/3/2018).

Tak  hanya mempermasalahkan pemalsuan dokumen APBD, dia juga mempermasalahkan Dana Desa (DD) yang terindikasi di salahgunakan, dimana didalam aturan setelah DD yang bersumber dari pemerintah pusat telah mentransfer ke kas daerah, paling lambat tujuh hari. Maka DD sudah harus diberikan ke pemerintah Desa. Namun, yang terjadi di Pemkab Morotai selama lima bulan DD mengedap di bank. "Ini sudah bertentangan dengan aturan yang berlaku, "tegasnya.

Tak lama kemudian masa aksi  diminta hering dengan anggota DPRD. Hearing yang berlangsung diruang paripurna DPRD dipimpin langsung oleh wakil ketua II, Rasmin Fabanyo dihadiri, Suaib Hi Kamil, Marhaban Saffi, Mic Bill Abdul Aziz, Ajudin Tanimbar dan Ferry Lisual.

Dalam hearing tersebut Rasmin Fabanyo dengan tegas mengatakan tetap konsisten mengawal tandangan 20 anggota DPRD yang dipalsukan didalam dokumen APBD hingga ke ranah hukum, karena menurutnya pemalsuan tandangan itu sudah masuk dalam unsur pidana. "Kami tetap konsisten mengawal permasalahan yang terjadi dan siap memberi keterangan jika dipanggil polisi, "cetusnya.

Mic Bill Abdul Aziz dan Ajudin Tanimbar juga senada dengan Rasmin Fabanyo, keduanya dengan tegas mengungkapkan telah melaporkan pemalsuan tandangan 20 anggota DPRD ke Polres Morotai. "Kami sudah laporkan pemalsuan tandangan ke Polres, kita tunggu saja, karena kami yakin polisi mampu mengungkap siapa dibalik kasus tersebut, "terangnya. (Fix/Brn)
Komentar

Berita Terkini