|

Panwas Limpahkan Dugaan Politik Praktis Kades Kenari Ke Polres Morotai




MOROTAI, BRN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pulau Morotai akhirnya tahap duakan dugaan keterlibatan politik praktis Kepala Desa (Kades) Kenari, Kecamatan Morotai Utara (Morut) Rustam Mandea.

Sebagaimana diketahui, Kades Kenari diduga kuat terlibat politik praktis, karena mendukung Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Calon Gubernur Maluku Utara (Malut) Ahmad hidayat Mus (AHM) - Rivai Umar tertanggal 20 Februari saat calon Wakil Gubenur Malut, Rivai Umar menggelar kampanye di Kecamatan Morut Kades ikut terlibat saat kampanye digelar.

Komisioner Devisi Hukum Panwas Morotai, Seni Soamole saat dikonfirmasi, Minggu (4/3/2018) mengungkapkan, telah melimpahkan dugaan kasus keterlibatan politik praktis Kades Kenari ke penyidik Polres Morotai. “ Jumat (2/3), kami sudah limpahkan kasusnya ke penyidik Polres,” katanya. 

Menurutnya, sesuai dengan hasil gelar perkara dengan Gakumdu Kades Kenari dinyatakan terlibat politik praktis, karena sesuai dengan bukti video, dimana Kades melakukan pelanggaran Pemilu, karena saat Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Malut AHM-Rivai menggelar kampanye di Kecamatan Morut  tertanggal  20 Februari yang bersangkutan juga ikut dalam kampanye. 

“ Sesuai dengan bukti video disaat kampanye AHM-Rivai dilaksanakan Kades Kenari ikut terlibat meneriayakan kata  yel-yel dan mengacungkan 1 jari saat ikut kampanye dan Kades Kenari juga sudah diminta klarifikasi, sehingga dengan bukti ada yang ada kami mengumpulkann bahwa Kades terlibat politik praktis,” imbuhnya.

Dari hasil klarifikasi dan bukti video yang dikantongi, kata dia, setelah dilakukan pengkajian terdapat unsur pidana yang dilanggar Kades. “Sesuai UU Nomor 1 tahun 2015 Tentang Pemilu, Kades diancam dengan satu bulan kurungan atau denda Rp 6 juta,” tegasnya. (Fix/red).

Komentar

Berita Terkini