|

Kasus Pemalsuan Tandatangan 20 Anggota DPRD Morotai Mengendap di Meja Penyidik


Kapolres Morotai AKBP Andri Iskandar

MOROTAI-BRN - Kasus dugaan pemalsuan tandatangan 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morotai dalam dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk 2018 yang sudah dilaporkan ke  Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres masih mengendap di meja penyidik

Bukti kasus tersebut jalan ditempat, karena hingga saat ini kasus tersebut belum naik pada tahap penyidikan. Bahkan, tingkat pemanggilan para pelapor juga belum dilakukan. Padahal, kasus tersebut telah dilaporkan bulan lalu.

Kapolres Morotai AKBP Andri Iskandar ketika dikonfirmasi  mengaku, kasus dugaan pemalsuan tanda tangan milik anggota DPRD Morotai itu belum ditindaklanjuti pada tingkat penyidikan."Masih kumpulkan data, masih tahap penyelidikan belum penyidikan, "ucapnya, Kamis (15/3/2018).

Kata dia, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap pemberian keterangan klarifikasi dari pihak pelapor."baru sifatnya undangan klarifikasi Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan belum di kirim (Kejaksaan), karena masih penyelidikan, "katanya.

Lanjutnya, pemanggil terhadap anggota DPRD juga harus disesuaikan dengan kondisi dan waktu. "Kita harus koordinasi dulu dengan mereka (anggota DPRD), jangan sampai masyarakat nilai tidak kooperatif,"katanya sembari menegaskan dalam waktu dekat bakal pemanggil pihak terkait. (Fix)


Komentar

Berita Terkini