|

Ditkrimum Polda Malut Diminta Usut Tuntas Kasus Investasi Bodong

Keterangan Gambar: Hendra Kariyanga menunjukan lporan polisi




TERNATE, BRN – Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Maluku Utara diminta mengusut tuntas kasus investasi bodong yang menyeret Astrid Fitriyanti Pakaya. Hal ini diutarakan kuasa hukum korban investasi bodong, Hendra Kariyanga.

“Kami meminta Ditkrimum Polda Malut mengusut  tuntas kasus ini,” ungkap kuasa hukum korban investasi bodong, Hendra Kariyanga di Warkop Soccer, Jumat (8/3/2018).

Menurutnya, kasus dugaan pencucian yang dilakukan Astri Pakaya ini bukan kasus sepeleh, sebab perkara yang menelan miliyaran rupiah itu merupakan kasus tindak pidana dengan tindak pidana besar.

Di tengah sirkulasi atau putaran ekonomi yang mengalami penurunan, tentunya perkara ini mempengaruhi stabilitas ekonomi itu sendiri. Investasi yang menjanjikan dengan keuntungan lipat ganda tentu menarik perhatian masyarakat diera sekarang ini. “Keuntungan diatas 100 s/d 250 persen tentu masyarakat berbondong-bondong memberikan uang sebagai investasi,” tuturnya.

Dikatakannya, selang waktu tiga bulan sebanyak 1.609 nasabah dengan total uang yang dihimpun kurang lebih Rp. 36 miliar. “Kurang  lebih Rp. 36 miliar dengan rincian Rp. 10 s/d 100 juta per nasabah yang menginvestasikan uang,” ujarnya.

Kata dia, setelah diajukan perkara tersebut di Polda Malut untuk di telusuri, ternyata Astrid Pakaya ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya juga menyampaikan apresiasi positif terhadap jajaran Polda atas respon yang berikan. “Kami menyampaikan apresiasi positif terhadap jajaran Polda yang sudah begitu jelih menindak lanjuti hal ini sejak laporkan,” katanya.

Sebelumnya, kasus dugaan pencucian uang ini terungkap setelah puluhan korban investasi bodong itu mendatangi rumah Astrid Fitriyanti Pakaya di Kelurahan Kalumata Kecamatan Ternate Selatan menuntut uang atau modal yang sudah di investasikan segera dikembalikan. Para nasabah juga mendatangi Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku Utara untuk meminta segera mengusut tuntas tanpa tebang pilih siapa sebenarnya pemilik perusahaan CV. Ubay Jaya, Rabu (7/3/2018) kemarin. (emis/red).
Komentar

Berita Terkini