|

Curi BBM Milik PT Agreko Energi, Nasib Kelima di Morotai Berakhir Dipenjara



Kapolres Pulau Morotai, AKBP Andri Iskandar
MOROTAI,Bridonews - Para pengusaha maupun pedagang eceran yang berjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin, solar dan minyak tana (mita) agar lebih hati-hati menyimpan barang dagangannya disaat tidak berada di rumah atau sedang tidur malam.

Pasalnya, dugaan sindikat spesialis pencuri BBM marak terjadi di pusat Kabupaten Pulau Morotai. Seperti kerugian puluhan juta rupiah yang dialami PT Agreko Energi yang terletak di Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), dimana BBM jenis solar sebanyak 2 ton 850 liter milik PT Agreko Energi habis di gasak maling.

Kendati pelaku pencuri berjumlah lima orang bersetatus pengangguran asal Desa Juanga itu telah diamankan Polres berapa waktu lalu dengan tuduhan pencurian. Namun, tidak menjaga kemungkinan aksi pencuri serupa bakal terjadi kembali, karena modus dari aksi pencuri karena tidak memiliki kerja, untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, mereka tekad mencuri BBM jenis solar untuk dijual kembali.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP Andri Iskandar saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa telah terjadi pencurian BBM jenis solar milik PT Agreko Energi dan pelaku pencurian telah diamankan, setelah polisi mendapatkan laporan dari pemilik perusahan. "Pelakunya sudah diamankan, pelakunya berjumlah lima orang, "katanya berapa waktu lalu.

Dia lantas menyebut satu persatu kelima pelaku pencuri BBM jenis solar tersebut, kelima pemuda itu adalah, Hadisar H. Muda alias Disar, Muksin Dominggus alias Muksin, Bahdir Manggoda alias Bahdir, Sawir Dominggus alias Awi dan Ikra Dominggus alias Ikra.

Dari hasil penyelidikan, kata dia, polisi berhasil mengamankan 20 buah djerigen ukuran 25 liter milik Bahdir Manggoda yang diduga digunakan untuk mengambil BBM milik PT Agreko Anergi, dua buah Handpone merek Xiaomi dan Advan Hammer, kedua Handpone diduga digunakan pelaku untuk komunikasi mencuri BBM. "Kelimanya sudah diamankan dan diancam dengan pasal 363 ayat 3 dan 4 Jonto pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara, "tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun, aksi pencuri BBM sudah dilakukan berulang-ulang kali oleh kelima pelaku, aksi pertama dilakukan pada 5 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wit malam, berawal ketika Hadisar memerintahkan Muksin membawa masuk drijen kosong sebanyak 14 buah berukuran 25 liter yang diperolehnya ke dalam perusahan PT Agreko Energi.

Kedua pelaku sudah menghafal betul jalan masuk ke halaman perusahan, karena letak rumah keduanya yang tidak jauh dari perusahan. Setelah kedua pelaku berhasil mengisi 14 drigen karena mengodot solar didalam mobil tangki milik PT Agreko Energi menggunakan selang, kedua pelaku kemudian menghubungi keduanya pelaku lainnya, yakni Sawir dan Ikra untuk mengambil 14 drigen yang telah terisi solar menggunakan mobil Pick-Up kemudian dibawah ke rumah Bahdir untuk dijual kembali. Setelah BBM berhasil terjual habis, hasil dibagi sama.

Nampaknya kelima pelaku telah terbuai dengan hasil pencuri yang di peroleh, karena berselang berapa hari tepatnya 18 Oktober di tahun sama, malamnya kelima pelaku kembali beraksi dengan kembali mencuri dilokasi yang sama. Namun, kali ini mereka memperbanyak drijen sebanyak 20 drijen ukuran 25 liter,  sebelumnya hanya menyediakan 14 drijen, setelah BBM yang dicuri habis terjual, mereka kembali melaksanakan aksi pada 2 November 2017 tepatnya pukul 01.30 Wit malam dengan membawa 35 drijen ukuran yang sama dan terakhir pada 1 Januari 2018 malam, kelima pencuri kembali beraksi dan berhasil mencuri BBM milik PT Agreko Anergi sebanyak 45 drijen. 

Akhirnya aksi kelimanya spesial pencuri BBM jenis solar itu berakhir di di jeruji besi, karena memilik perusahan mengetahui BBMnya telah curi, pemilik perusahan kemudian melaporkan pristiwa tersebut ke Mapolres dan kelimanya berhasil diciduk di rumahnya masing-masing. (Fix)


Komentar

Berita Terkini