|

Bappeda Diminta Seriusi Soal Smart City

Anggota Komisi III Dekot Ternate, Junaidi Bahrudin

TERNATE, BRN – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate meminta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) untuk seriusi soal pembahasan dan penerapan Kota Ternate sebagai kota Smart City atau kota pintar. Hal ini diutarakan anggota Komisi I Dekot Ternate, Junaidi Bahrudin usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian, Selasa (27/3/2018).

Junaidi mengatakan, Bappeda terkesan lambat menindaklanjuti hasil konsultasi Komisi l ke Kementrian Komunikasi dan Informasi Kota Tomohon sulawesi Utara penerapan Kota Ternate sebagai kota smart city. “Kota Ternate sendiri sebagai salah satu kota yang disiapkan untuk mengikuti asismen menuju kota smart city, namun tidak berjalan mulus seperti apa yang di sudah dibahas sebelumnya,” katanya.

Ada sejumlah persiapan yang harus disiapkan Pemerintah Kota Ternate tentang penerapan smart city. Akan tetapi kurang lebih satu tahun terakhir perhatian dan keperpihakan Pemkot Ternate khususnya Bappeda sendiri mulai menurun. Bappeda selaku perencanaan tentu punya peran aktif dalam  penerapan smart city di Kota Ternate. 

“ Tim anggaran Bappeda kurang fokus terhadap dinas komunikasi, Informasi dan persandian, yang akhirnya memperlambat penerapannya,” ujarnya.  

Kata dia, Kota Ternate tidak bisa kehilangan kesempatan emas ini, karena saat ini Kota Ternate sedang berkompetisi menuju kota smart city. Selain itu, Kota Ternate yang mana sebagai barometer Maluku Utara, tentu pemerintah daerah harus menyiapkan sisi sumberdaya manusia maupun infrastruktur untuk bisa bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

“ Jadi kalau Bappeda tidak serius, tidak usah kita kejar-kejar smart city. Padahal, DPR sudah membangun kerjasama  dengan MoU dengan Pemerintah Kota Bandung. Bahkan, DPR juga beberapa kali berbicara ke forum nasional,” tandasnya. (Ind/brn). 
Komentar

Berita Terkini