|

3000 Warga Lolut Belum Perekaman e-KTP

Nelman Tahe Anggota Komisi II DPR Halut

TOBELO, BRN – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Utara, Nelman Tahe mengatakan,  berdasarkan hasil pencocokan dan penilitian (Coklit) daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT)  panitia pemungutan suara (PPS), kurang lebih 3000 masyarakat  Kecamatan Loloda Utara belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Ini diketahui setelah petugas melakukan pencoklitan di tiap-tiap desa,” ungkap Nelman kepada reporter brindonews.com, Kamis (8/3/2018).

Menurut dia,  persyaratan utama bagi warga untuk menyalurkan hak suaranya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pemilihan legislatif (Pileg), serta pemilihan presiden (Pilpres) harus memiliki e-KTP. “Harus memiliki e-KTP, karena itu sangat penting,” ucapnya.  
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) pemkab Halut harus mencari jalan keluar guna mengantisipasi hal yang dimaksud. Masyarakat Loloda Utara juga tentunnya memiliki hak atas menyalurkan suaranya pada kontestasi politik tahun ini. Artinya, Dukcapil  harus turun di lokasi untuk melakukan perekaman kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Tujuannya adalah agar 3000 warga Loloda Utara itu hak suaranya bisa diakomodir,” ujarnya.

Politisi nasDem ini menambahkan, jika hal ini tidak dilakukan, dipastikan berpengaruh pada saat pungutan suara nanti. “Yang pasti akan berdampak pada saat pencoblosan,” cetusnya.

Sementara itu, salah satu staf Dukcapil mengaku, sebelumnya Dukcapil sudah melakukan perekaman terhadap masyarakat Loloda Utara, akan tetapi belum secara keseluruhan. 

“Dukcapil suda turun ke lokasi, namun belum semua masyarakat yang melakukan rekam e-KTP,”.  (afk/red)
Komentar

Berita Terkini