|

Selain Bupati Haltim, Sejumlah Kontraktor Di Malut Juga Terlibat



Kordinator investigasi LSM Peduli Keadilan Maluku Utara (PEKAMU) Jul Kifli L Ali 

TERNATE,BRINDOnews.com - Langka yang diambil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Bupati Halmahera Timur Rudy Erwan atas kasus suap PUPR, serta melakukan penggeledahan kediaman dan kantor bupati Haltim, patut diberikan apresiasi, ungkap kordinator investigasi LSM Peduli Keadilan Maluku Utara (PEKAMU) Jul Kifli L Ali kepada reporter Brindonews.com via WhatsApp Selasa (6/2/2018).

Sikap dan kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi yang membuktikan kseriusan dalam mengungkap kasus suap PUPR, meski begitu KPK diminta untuk tidak berhenti dalam mengungkap kasus tersebut.

Selain Rudy Erawan juga sejumlah kontraktor terbesar di maluku Utara juga terlibat memberikan uang tunai secara bervariasi kepada terdakwa Amran Mustary dengan tujuan Tunjangan hari Raya pada tahun 2015.

Yang di maksud nama-nama kontrakor juga terlibat sebagaiman dituangkan dalam berita acara Pemeriksaan dan putusan Pengadilan negeri nomor 129/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Jkt.Pst, diantaranya Direktur PT Intim Kara Budi Lem, Abdul Hamid Payapo, Qurais Lutfi, Tony Laos.

“ Mereka sudah pernah diperiksa sebagai saksi kasus suap PUPR dengan terdakwa Amran Mustary, olehnya itu KPK juga harus segera mengust tuntas kasus tersebut, guna mendapatkan tersangka baru” ungkapnya (alf/red)

Komentar

Berita Terkini